19 June 2012

Ciater - Tak Sekedar Pemandian Air Panas


Ini adalah salah satu perjalanan gratis gue yang paling terakhir. Berkat acara outing dari kantor gue, walaupun gue baru masuk sebulan waktu itu, gue bisa pada akhirnya wisata ke Ciater. Selama ini, 4 tahun gue tinggal di Bandung, dekat Lembang, gue belum pernah ke Ciater. So, thanks to my office.

Karena ini adalah perjalanan kantor, maka fasilitas juga lumayan wah. Kami berangkat pagi dari Jakarta dengan bus AC yang dilengkapi dengan wifi connection dan fasilitas karaoke. Jadi, selama perjalanan, teman2 kantor pada heboh internetan dan karaokean. Penginapan juga sudah di booking, satu villa dengan 4 kamar utama dan 3 kamar mandi dan satu hall yang luas di lantai dua yang diberi beberapa kasur dan selimut tambahan, lengkap dengan pekarangan yang luas yang bisa dipakai untuk sekedar main games ataupun BBQ. Semua makanan sudah dipesan dari pengelola, ditambah jagung dan sate yang siap untuk dibakar di malam hari. Pokoknya wah banget deh. Gak bakal nyesal berkunjung kesini, bareng kantor gue.
Kami memutuskan untuk melewati jalur Subang, demi menghindari macet khususnya di tol Pasteur dan di Lembang. Perjalanan yang seharusnya bisa lebih cepat itu ternyata tetap memerlukan waktu yang cukup lama. Gak tau apa masalahnya. Yang pasti, keberadaan gue disitu gak jadi masalah. Barang bawaan gue juga gak jadi beban kok, hanya satu tas ransel. Jadi, gak mungkin gue yang menyebabkan keterlambatan ini. Hahaha

Sampailah kami di Ciater sekitar jam makan siang. Lama memang. Tapi, it's worthed. Setelah bayar tiket masuk ke Sari Ater, kami pun langsung ambil keperluan masing2 dan masuk. Hal pertama yang kami lakukan di tempat itu adalah potoan. Itu sudah pasti. Poto bareng gitu. Setelah itu, makan siang. Di tempat umum. Cuek aja. Jadi kami cari tempat duduk tidak jauh dari main gate Sari Ater Hot Spring. Tanpa peringatan kepada pengunjung lain, acara santap menyantap pun terjadi. Gue kasihan liat pengunjung lain yang kebetulan duduk2 di sekitar situ. Mereka ngelihatin dengan muka najong. Tapi biarlah, yang penting perut terisi. Perut kenyang, semua senang.

Selesai makan, mulailah jiwa pengelana ini merasakan urgensi untuk menelanjangi potensi wisata dari Sari Ater ini. Dimulai dengan yang gratis, dilanjutkan dengan yang bayaran paling murah sampai yang paling mahal. Yang paling mahal versi gue adalah tidak lebih dari Rp.30.000. Itu udah mahal banget dah. Hihihi

Korban pertama gue adalah kolam air panas tempat rendam kaki. Ini hal yang sangat urgent dan vital. Kenapa? Karena gratis, sodara-sodara. Gratis!! Jadi, tanpa pikir panjang, langsung gue berahi memasukkan kaki ke dalam kolam gratis yang disediakan di dekat tempat kami makan tadi. Dan ternyata, panaaaaaasss. Panas banget. Gue heran, kok yang lain pada tahan ya? Ternyata ada trik yang harus diketahui. Pertama memang akan terasa panas dan menyakitkan, labih panas ketimbang melihat pacar jalan ama orang lain dan lebih menyakitkan daripada saat2 dimana pacar yang jalan ama orang lain itu minta putus. Dia bilang kita gak bisa ngebahagia-in dia. Kita gak bisa ngasih apa yang dia butuhkan. Kita gak bisa jadi sandaran dia ketika dia butuh dukungan. Sedih. Sakit!! #jadicurhat. Nevermind. I wish nothing but the best for you. #Adele pisan.

Pokoknya, masukin dulu kakinya kedalam, tahan panasnya beberapa detik, dan kaki jangan digerakkan. Biar aja dia diam di dalam kolam. Setelah beberapa pulah detik, maka kaki akan bisa beradaptasi dengan suhu airnya. Dan, kita pun tidak akan merasa kepanasan lagi. Mantep deh.


Merendam kaki di kolam kecil yang GRATIS!!
 Setelah kaki gue puas berendam, dan setelah kaki gue belang jadi merah putih (nasionalis banget kaki gue), akhirnya kami mencari pelarian lain. Maksudnya, kami lari2 untuk mencari wahana lain. Ada banyak pilihan permainan outdoor maupun indoor disini, contohnya, flying fox, maen perahu bebek, rumah hantu, 4D cinema, naik kuda, berendam air panas (bukan cuman kaki doang, tapi seluruh badan), dlsb.

Pilihan gue jatuh pada flying fox. Murah, hanya Rp.10.000. Gue langsung bayar HTM dan pasang harness dan helm. Setelah itu, meluncuuuurrrr..!! Wahananya sih gak terlalu tinggi, tapi gue teriak aja, biar keren gitu. Jadi kalau orang lain lihat kan mereka jadi tertarik. Trus, gue bisa promosiin ke mereka, trus ternyata gue di rekrut jadi tim marketing flying foxnya deh #mimpi. Faktanya adalah, teriakan gue alay, dan tidak ada yang tertarik melihat gue.


Siap-siap naik meluncur di Flying Fox
 Terus, masuk ke rumah hantu. Tapi gak seru. Rutenya juga pendek. Udah gitu pakai patung lagi. Gak ada seramnya. Lebih serem juga gue. Kemana2 udah terkenal. Apalagi dikalangan nenek2 yang lagi dance Suju. Itu gue paling serem.

Selanjutnya, kami pergi ke arena luar, ke bagian kegiatan outdoor yang lebih menantang. Lebih lelaki. Lebih gallant. Lebih macho. Lebih adventorous. Dan, lebih mahal. Ada beberapa pilihan kegiatan, diantaranya panahan, gokart (single and twin), ATV (Bambie dan 4 WD), Jeep off-road, wall climbing, dlsb. Harga yang paling murah adalah Rp.50.000, itu pun untuk gokart yang rutenya pendek dan kurang menantang. Dengan kesadaran penuh, akhirnya gue gak ikutan maen satupun permainan yang di tawarkan. Biar aja bilang gue gak macho. Biar aja bilang gue gak gallant. Biar aja bilang gue gak laki. Yang penting, masih bisa makan gitu balik ke Jakarta nanti. ^__^

Manuver menghancurkan track safety border
 Yang pasti, belum ke Ciater namanya kalau belum berendam air panas si Sari Ater. Gue pun termakan omongan orang. Berendam. Ada beberapa pilihan, berikut rinciannya:

Personal (kayak kamar mandi, tapi keren) : Rp. 45.000
Kelas 1 (umum, tapi rada tertutup, sepi, tapi gitu kami masuk, tiba2 jadi rame) : Rp. 30.000
Kelas 2 (umum, tapi ditempat terbuka, rame banget): Rp. 20.000
Dengan berbagai pertimbangan, kami pilih kolam kelas 1. Selain privasi lebih terjaga, kemolekan tubuh ini juga tidak akan ter-ekspos di hadapan orang yang tidak berperikemanusiaan. Panas airnya juga sama. Panas banget. Lebih panas dari yang cuma rendam kaki tadi. Brrrr... #loh, kok?

Selesai mandi, kami langsung balik ke penginapan. Gak ada acara yang spesial, kecuali BBQ sate ama jagung. Tapi, vila dan makanannya enak. Enak banget.

Villa keceh

Makanan keceh
Paginya, kami ngadain tea walk. Hah, apaan tuh? Itu loh, jalan2 sambil jual teh. Bukan, jalan2 sambil minum teh. Bukan juga. Tea walk itu jalan2 di kebun teh. Pagi2 jalan2 di kebun teh itu marupakan hal yang paling sehat, enak dan nikmat. Udara yang segar. Warna hijau sepanjang mata menatap. Tetesan embun di ujung daun teh. Sugoi banget.

Poto imbisil di kebun teh
Siangnya, kami pulang ke Jakarta. Tidak lupa pula mampir ke Dago untuk beli oleh2. Cucok banget.

2 comments:

  1. Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















    Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...