23 July 2012

Sony Vaio - My Perfect Travel Companion


I love traveling, and always have the urge to go to some new places and escape from my routine working activities. For me, visiting little villages or camping in the woods and exploring caves or mountains are great opportunity to meet people with different cultures and personalities and to enjoy the art of living by connecting directly to the nature. Besides, as a man - a REAL man - I want to test my survival ability, to show how powerful and energetic I am in conquering the wildness of the nature.

Yes, nature is my first choice of place to visit while traveling. Woods, beaches, mountains, caves, hills and villages always grab my attention more than old classic buildings or city centers and other city attractions. It's not that I don't appreciate the beauty of city and all of its charm, the thing is, I need more than just sightseeing to prove myself being powerful and energetic. What I need is a taste of adventure, and I can only get it from the nature.
Soon after finished traveling to one place, I usually wrote down the the story of my trip on my blog. Well, it is not as soon as you may imagine, but it might take two days or even a week. Why, because I usually finish traveling on Sunday night in which I have to prepare myself to go back to work in the next day. When I was finally ready to write the story, I sometimes forgot about the material I was going to write. It was annoying.
I often dreamt of writing down my travel story while traveling. I think it's doable, as long as I have the supportive gadget to accompany me while traveling. So, I travel in day time, and start writing in the night. Thus, I won't find any  problem on writing my travel story as I stated in the previous paragraph.

20 July 2012

Exploring Medan - Kota Kuliner Eksotis

Source: Kaskus
Sebenarnya banyak orang yang bingung gue ini asalnya dari mana atau gue ini orang apa. Tapi, temen2 dekat gue yakin banget kalau gue ini orang gilak #pffftttt. Nama, muka, logat dan tingkah laku gue gak sinkorn. Makanya, waktu gue di Jakarta, tukang ojek dan supir bus bilang muka gue mirip muka orang Jawa, jadi mereka bilang gue orang Jawa, lahir di Jawa, besar di mana aja, BEBAS!! Waktu gue lagi nyalon di Bandung, abang-abang tukang salon (gue gak yakin dia abang-abang atau bukan *__*) bilang muka gue mirip orang Singkawang, dan dia berasumsi gue dari Kalimantan. Trus, waktu gue ngomong ama teman-teman di Medan, mereka nganggap gue orang Jakarta. Terakhir, waktu gue ngomong ama monyet, orang2 bilang gue orang utan.. atau orang gila?! You decide!!

Well, the fact is, gue ini orang Batak. Body and Soul. Dengan sedikit muka Jawa, cara ngomong orang Jakarta dan cara hidup orang Bandung. Hahahaha.. Maklum aja, gue lahir dan besar di Medan, Kuliah di Bandung dan kerja di Jakarta. Jadi aja campur aduk, kayak es campur.
Kebetulan minggu lalu gue ada psikotes dan interview di Medan, selama 3 hari. Jadi kesempatan langka ini gue manfaatin untuk exploring the beauty of Medan city, karena, walaupun sudah 17 tahun tinggal di Medan, gue belum pernah benar2 mengenal Medan.

Setelah packing dan beli tiket, gue pun capcus naik pesawat Citilink jam 5.20 subuh. Wheeeeww.. Kali ini gue gak ngucapin apa2 ama tetangga gue, tukang bubur langganan gue, anak sekolahan yang lewat depan rumah ama satpam yang jaga kompleks rumah gue. Gue hanya pamit ama paman gue yang nganterin gue pagi2 buta ke Bandara Soetta. Special thanks to him.

Gitu touchdown di Bandara Polonia, gue telepon temen gue yang di Medan (yang siap antar jemput gue selama di Medan dan yang akan menjadi host gue selama disini. Secara, gue nginep di rumahnya. Hihihihi). Sembari menunggu, gue pun sarapan di satu2nya restoran di bandara tersebut. Tempatnya biasa aja, malah canderung tidak nyaman. Tipikal Medan. Tapi apa boleh buat, tidak ada pilihan yang lebih baik. Nasi goreng dan Teh Manis hangat yang gue pesan juga gak ada yang spesial. Hampir nyesal karena udah mesan, tapi gak jadi. Apapun, pokoknya sarapan.

Tak lama kemudian teman gue datang. Setelah drop barang bawaan gue di rumahnya di daerah Simpang Limun, gue pun mulai penjelajahan di kota yang sangan teramat panas ini. Gak tanggung2, suhunya mencapai 37 derajat celcius di siang hari. What a hot dog day!


17 July 2012

Situ Patenggang - Danau dengan pesona Cinta


Setelah kami puas berlaku bejat di Kawah Putih, kami pun melanjutkan perjalanan ke Situ Patenggang, sebuah lokasi yang terletak di daerah yang sama dengan Kawah Putih. Saat itu matahari sedang bertengger cantik dan manis tepat diatas kepala kami, menandakan waktunya makan siang. Pantes saja perut kami udah mulai konser musik rock, berisik minta ampun.


14 July 2012

Kawah Putih - Surga Bagi Fotografer



Disini gue mau bicara tentang pengalaman gue wara wiri ke Kawah Putih. Walaupun pengalamannya udah rada lama, tapi masih worthed untuk di ceritakan. Tapi, sebelum gue naik mobil dan berangkat ke Kawah Putih, mari gue kenalin sedikit dengan Kawah Putih. Biar nanti kalau udah ketemu, suasananya jadi gak awkward. Gak aneh dan gak canggung. Biar nanti kalau ketemu, lu bisa bilang, "Eh, lu Kawah Putih kan?! Yang kemaren ngompol di kelas aljabar?!" #SalahGaul.. -___-

Gue juga sebenarnya waktu itu gak tau kawah putih itu apa dan dimana, atau bentuknya gimana, atau lebih mengerikan, kenapa kawahnya berwarna putih. Gue cuma tau, kalau ada kawah yang berwarna putih somewhere nearby Bandung yang mana kawah warna putih itu lagi happening banget. Temen2 kuliah gue pada sombong bicara tentang trip mereka ke Kawah Putih. "Eh, weekend kemaren gue pipis di Kawah Putih loh!" kata temen gue pamer. Penting gak sih?

Yang membuat gue berahi untuk mengunjungi tempat itu karena banyak yang bilang tempat ini seperti miniaturnya surga. Emang udah pernah lihat surga? Skip.. Bukan itu intinya. Yang jadi inti dari ide tadi adalah kawah putih itu keceh habis. Nuansa bening putih yang melingkupi tempat itu membuat segalanya indah. Ditambah lagi warna biru (kadang hijau) air yang ada disitu. Mantap bener dah. A beautiful and perfect combination. Tapi ingat ya, itu bukan danau loh. Itu kawah. Dari namanya juga tau kan?

Maka gak heran kalau tempat ini jadi tempat yang paling dicari untuk poto pre-wedding. Pasirnya yang putih kalau dipoto akan membuat kesan seperti di awan. Jadi hasil potonya bisa ngasih pesan yang jelas kalau pasangan yang lagi dipoto itu sedang melambung kegirangan, melambung sampai ke awan. Padahal mereka gak tahu hidup seperti apa yang akan mereka jalani di depan. A living HELL. <-- Asumsi prematur. Jangan ditiru. Jauhkan dari anak2.

03 July 2012

Plan - Yogyakarta (Gua Pindul - Gua Jomblang - Pantai Siung - Pantai Wediombo)

Picture taken from devi-fristyani.blogspot.com

Setelah penantian yang cukup lama, akhirnya gue punya rencana backpacker-an lagi, bareng ama anak2 BPI (Backpacker Indonesia), dengan tujuan.. pokoknya  banyak .. Bisa dilihat di judul <-- bilang aja malas nulis ulang. Hihihi.. #PadahalTinggalCopyPasteJugaBisa..

Seperti biasa, penyebab semua kesenangan ini adalah temen kantor gue yang kurus ceking kayak cacing yang doyan traveling (mantap ya, belakangnya -ing -ing semua). Gue termakan rayuannya, padahal dia gak ada ngerayu gue kemaren. Trus, siapa yang makan gue? Trus, kenapa gue bisa dirayu semudah itu? Intinya, gue pergi gara2 gue gak diterima kerja di Jamsostek, tes yang gue ikutin waktu gue ke balik ke Medan beberapa Minggu yang lalu. Jadi, sebagai pembalasannya, gue harus traveling. Gak ada hubungannya sih, yang penting gue punya alasan untuk traveling ^__^v. Everything needs a reason, toh?!
Well, karena gue ikut trip bareng teman2 BPI, maka gue punya intinerary yang fix, walaupun gue rada gak yakin kalau things will go as planned. However, here's the itinerary:

Jumat, 21 September 2012
19:45-05:45 Pasar Senen-Lempuyangan
Sabtu, 22 September 2012
05:45-06:00 Kumpul
06:00-08:00 Lempuyangan - Pindul
08:00-09:00 Cave Tubing Goa Pindul
09:00-09:30 Istirahat sambil menikmati kudapan
09:30-10:30 Pindul - Jomblang
10:30-11:00 Persiapan caving
11:00-15:00 Caving
15:00-16:00 Makan sore
16:00-17:30 Latihan panjat tebing sebelum uji adrenalin di Tebing Siung
17:30-18:30 Mandi dan berkemas-kemas
18:30-20:00 Jomblang - Siung
20-00-04:00 Makan malam (rencananya sih bakar-bakar sambil perkenalan), acara bebas, tidur
Minggu, 23 September 2012
04:00-05:00 Bangun, gosok gigi, cuci muka, sholat, persiapan
05:00-06:00 Nungguin matahari terbit
06:00-07:00 Foto-foto dan persiapan panjat tebing
07:00-10:00 Nyobain panjat tebing Siung
10:00-11:00 Istirahat, mandi, persiapan pulang
11:00-11:15 Siung-Wediombo
11:15-12:15 Foto-foto sambil nungguin ikan bakar
12:15-13:15 Makan siang; Menikmati hidangan laut khas Wediombo
13:15-15:15 Wediombo-Lempuyangan
15:15-16:45 Nungguin kereta
16:45-02:45 Lempuyangan-Pasar Senen
Dan, dananya berapa? Rp. 620.000/orang.

01 July 2012

Best travel videos ever!!



Sebenarnya gue udah janji gak akan memuat blog material milik orang lain di blog gue. Tapi, setelah gue melihat video2 ini, gue akan merasa sangat durhaka jika tidak berbagi dengan teman2. Gue akan merasa bersalah seumur hidup karena udah bertindak egois hanya menikmatinya sendiri tanpa memikirkan teman2 traveler lainnya. #WhatSoEver!!

Trus, ngomong2 tentang durhaka, gue takutnya nanti nyokap gue ngomong gini, "Why didn't you post the travel videos on your blog? Don't you know that other people also have a right to watch them? Karena lu begitu pelit, bunda kutuk kamu jalan2 ke New Zealand!! Ebuset.. Pinter amat nyokap gue bahasa Inggris. Trus pake kutuk2 traveling ke New Zealand lagi. #NgarepBanget!! #dibahas..

Well , intinya, gue rasa video2 ini adalah video travel terbaik yang pernah gue tonton selama gue hidup 22 tahun di bumi  ini (dan hanya 5 tahun mengenal dunia internet) <-- contoh hidup yang menyedihkan!! *jangan ditiru*.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...