14 July 2012

Kawah Putih - Surga Bagi Fotografer



Disini gue mau bicara tentang pengalaman gue wara wiri ke Kawah Putih. Walaupun pengalamannya udah rada lama, tapi masih worthed untuk di ceritakan. Tapi, sebelum gue naik mobil dan berangkat ke Kawah Putih, mari gue kenalin sedikit dengan Kawah Putih. Biar nanti kalau udah ketemu, suasananya jadi gak awkward. Gak aneh dan gak canggung. Biar nanti kalau ketemu, lu bisa bilang, "Eh, lu Kawah Putih kan?! Yang kemaren ngompol di kelas aljabar?!" #SalahGaul.. -___-

Gue juga sebenarnya waktu itu gak tau kawah putih itu apa dan dimana, atau bentuknya gimana, atau lebih mengerikan, kenapa kawahnya berwarna putih. Gue cuma tau, kalau ada kawah yang berwarna putih somewhere nearby Bandung yang mana kawah warna putih itu lagi happening banget. Temen2 kuliah gue pada sombong bicara tentang trip mereka ke Kawah Putih. "Eh, weekend kemaren gue pipis di Kawah Putih loh!" kata temen gue pamer. Penting gak sih?

Yang membuat gue berahi untuk mengunjungi tempat itu karena banyak yang bilang tempat ini seperti miniaturnya surga. Emang udah pernah lihat surga? Skip.. Bukan itu intinya. Yang jadi inti dari ide tadi adalah kawah putih itu keceh habis. Nuansa bening putih yang melingkupi tempat itu membuat segalanya indah. Ditambah lagi warna biru (kadang hijau) air yang ada disitu. Mantap bener dah. A beautiful and perfect combination. Tapi ingat ya, itu bukan danau loh. Itu kawah. Dari namanya juga tau kan?

Maka gak heran kalau tempat ini jadi tempat yang paling dicari untuk poto pre-wedding. Pasirnya yang putih kalau dipoto akan membuat kesan seperti di awan. Jadi hasil potonya bisa ngasih pesan yang jelas kalau pasangan yang lagi dipoto itu sedang melambung kegirangan, melambung sampai ke awan. Padahal mereka gak tahu hidup seperti apa yang akan mereka jalani di depan. A living HELL. <-- Asumsi prematur. Jangan ditiru. Jauhkan dari anak2.

Akhirnya jadilah gue pergi bareng temen2 sekampus gue dan dari kampus lain ama yang udah kerja juga. Sebenarnya sih dari kampus gue hanya 2 orang, gue ama senior gue. Selebihnya dari kampus lain ama yang udah kerja. Sedih memang. Tapi itulah hidup.

Gue dapet tugas untuk rent mobil, karena emang tempatnya jauh banget dari kota Bandung. Ibarat utara ke selatan. Eh, bukan ibarat ding, emang kenyataannya gitu. Kami di Bandung utara (kampus UPI), kawah Putihnya ada di Bandung selatan (Ciwidei). Jadi emang dari utara ke selatan. Jauh banget. Seperti hatiku ke hatimu. Nah, itu baru benar. kami rent mobil karena kami juga berencana untuk sekalian singgah di kolam renang temen kami, yaitu Situ Patenggang. Ebuset! Keren banget temen gue. Jadi ceritanya, karena Kawah Putih dan Situ Patenggang letaknya berdekatan, sekalian aja kami bekunjung ke danau yang kata orang juga sering dijadikan tempat poto prewed.

Setelah dapet mobil, kami cek perlengkapan. Bekal makan siang? Siap. Cemilan? Siap. Air mineral? Ada banyak. Kamera? Ada 3. Kacamata? Udah gantung di telinga. Jaket? Ada di tas. Baju renang? Buat apa, emang mau berenang di kawah gunung?  Bensin, kayaknya udah diisi. Pensil warna? Skip. Udah semua? Udah!! Capcuss..

Ternyata emang jalannya jauh banget, tapi untung temen gue yang bukan teman sekampus gue hapal jalannya. Kami keluar masuk jalan tol, terus lewati perkampungan, dan yang paling asyik adalah melewati kebun teh dan kebun strawberry. Suasana pedesaan yang membuat semua orang tenang dan tentram. Membuat lelah dan sebal kami tergantikan dengan perasaan sejuk, sesejuk pucuk daun teh. Sejauh mata memandang, hanya ada kehijauan seperti yang di iklan teh cap pucuk. Pucuk pucuk pucuk..!!

Kami pun menikmati pemandangan yang disuguhkan oleh alam tersebut sampai muak, sambil nyanyi2 naik2 ke puncak gunung di dalam mobil. Sumpah, aneh banget. Setelah semua hampir tepar dan memutuskan untuk mengakhiri hidup saat itu juga, tiba2 ada kejutan, KAMI SAMPAI!! Surprise!! #Nyengir..

Setelah sampai, kami pun dihadapkan dengan fakta bahwa semua rencana tidak selalu berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Kami pikir uang masuknya gak akan mencekik leher dompet kami, nyatanya dompet kami dikuras, kecuali dompet gue, karena gue gak bawa dompet waktu itu. Intinya, selain harus bayar uang masuk per kepala, kami juga harus bayar uang masuk mobil. Watdefak?! Bayar uang masuk per orang sebesar 15 ribu dan uang masuk mobil sebesar 150 ribu. Kami kaget mendengar hal tersebut. Asli, it was unpredictable.

Sebenarnya ada pilihan lain sih. Pengelola tempat itu ada nyediain angkutan khusus, sejenis kendaraan wisata yang bisa muat banyak orang. Gue gak tau bayar berapa, tapi yang pasti gak semahal harga masuk mobil. Tapi kami gak mau. Hell to the NO!!

Ada pilihan lain juga, yang lebih murah dan irit, dan lebih tidak manusiawi, yaitu jalan kaki. Tapi gak dianjurin, karena jaraknya sampai beberapa kilometer. Bisa2 nyampe 2-3 jam dari pintu masuk ke kawah putih-nya. Dan nyampe di kawah Putih bukannya menikmati, malah tepar.

Akhirnya, kami bayar uang masuk dan naik mobil ke Kawah Putih. Jalan menanjak dari pintu masuk menuju lokasi kawah tidak jadi masalah bagi mobil yang kami tumpangi. Berjalan mulus malah. Maka sampailah kami di.. tempat parkir. Hahaha.. jadi harus parkir mobil dulu. Setelah itu, baru masuk ke daerah kawah. Itu pun harus dilewati dengan menuruni tangga yang, untungnya, tidak terlalu panjang.

Banyak godaan yang kami alami selama menuruni tangga ke kawah. Dalam waktu tidak lebih dari 2 menit itu, kami dihadapkan dengan penjual masker untuk keselamatan pernafasan, katanya. Tapi kami gak beli. Soalnya nafas kami baik2 saja. Selain itu, ada juga pengamen yang ngampar di salah satu anak tangga. Bukan pengamen yang biasa. Soalnya dia ngamen pakai alat musik daerah, kecapi atau apa gitu. Enak deh. Sunda pisund. Jadi ngerasa di Bandung. *Padahal emang lagi di Bandung. #SalahGaulLagi -___-

Sesampai di kawah, bukannya apa, tapi langsung pasang gaya. Poto sana poto sini. Langsung semua jadi banci poto. Soalnya emang tempatnya luar bisa banget. I'm stunned!! I'm overwhelmed by the beauty of the place. Langit yang biru kontras banget ama pasir yang putih, sama air kawah yang berwarna hijau tosca dan bukit yang berwarna hijau daun. Komposisi yang perfectly perfect. Jadi, walaupun asal jeprat jepret, pasti hasilnya akan bagus. Selain itu, banyak spot yang bisa dijadikan tempat untuk bernarsis ria. Tapi, ada satu spot yang sangat terkenal. Setiap orang prewed pasti poto disitu. Mantap banget. Ini dia spotnya:


Poto prewed di Kawah Putih
Picture taken by Vei Art

Kita pun muali poto2. poto sendiri. Poto berdua. Poto rame rame. Poto pake camdig. Poto pake hape. Dipotoin temen. Dipotoin orang. Poto otomatis, pake timer di kamera. Segala macam dicobain deh. Nih buktinya:
Poto Sendiri

Poto cowok menggila
Poto barengan kabeh, kamera disandarin ke batu. :D
Selain mengambil setting pasir yang putih dan air yang hijau/biru, potograper juga biasanya memanfaatkan pohon2 yang tumbuh disekitar rawa. Bukan hanya sekedar pohon, tapi pohon yang entah bagaimana berubah jadi artistik. Mungkin karena pohon2 disana udah terbiasa dengan hidup glamor, dipotoin mulu, jadinya artistik gitu. Emang ngefek ya? jadi, banyak pohon2 besar dan kecil yang tinggal ranting saja, tanpa daun yang tumbuh disekitar danau. Warna dan bentuknya sangat cocok untuk dijadikan objek fotografi. Makanya kami juga numpang eksis di sana, seperti poto yang diatas. ^___^

Karena memang tujuan kami adalah poto2, maka kami pun mengadakan kontes poto. Lebih 500 poto kami ambil dalam waktu kurang dari 2 jam berada disana. Dan pemenang kontes poto kawah putih adalah:

Best crazy pose

Best FAIL pose

Best (fake) couple pose

Best of the best.. Galau of the day!!
Sebelum memori telepon dan kamera habis, sebelum baterai kameran dan telepon habis, dan sebelum kami kehabisan gaya, kami pun menyudahi kunjungan kami di kawah putih. Banyak pengalaman yang udah gue dapetin disini, khususnya tentang berpose menantang di alam liar.

Waktu kami mau pulang, eh kami ketemu ama sepasang sejoli yang sedang melakukan adegan tak senonoh. Setelah dilihat2, ternyata mereka lago poto prewed. Lengkap ama gaun yang minta ampun panjangnya ama jas hitam yang kelihatannya baru sekali dipakai. Sotoy!! kami pun berenti sebentar sambil liatin. Gue sempat pengen nawarin diri untuk jadi orang ketiga dalam poto prewed mereka, tapi gue takut mereka langsung nolak, dan jatuh2nya nyusahin temen2 gue. Akhirnya gue batalkan niat gue. Dan kami pergi dari tempat itu.

Kami pun jalan menuju situ Patenggang, yang ceritanya akan dilanjutklan di episode berikutnya. Sambil menunggu, mari kita bersimpati terhadap pasangan tadi, karena pulang dari kawah putih nanti, sudah dipastikan gaun yang belibet yang dipakai si cewek akan bau belerang. Doakan supaya dia punya uang untuk nyuciin gaunnya, sekalian ama jas cowoknya, ke binatu. Kan kasihan kalau dia nyuci sendiri. Rimpong bo..

1 comment:

  1. kerennn ...
    belum kesampean pergi kesana :D

    http://farinaandini.blogspot.com/

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...