17 July 2012

Situ Patenggang - Danau dengan pesona Cinta


Setelah kami puas berlaku bejat di Kawah Putih, kami pun melanjutkan perjalanan ke Situ Patenggang, sebuah lokasi yang terletak di daerah yang sama dengan Kawah Putih. Saat itu matahari sedang bertengger cantik dan manis tepat diatas kepala kami, menandakan waktunya makan siang. Pantes saja perut kami udah mulai konser musik rock, berisik minta ampun.


Kami bersepakat untuk tidak makan siang di Kawah Putih, karena ada bau belerang yang dapat merusak nafsu makan kami. Walaupun baunya hanya dikit, tapi menurut gue tetep gak etis. Padahal gue sebenarnya gak yakin apa hubungan etis dengan bau belerang. Apakah mungkin dulu mereka berdua adalah saudara kembar?! Terus, bagaimana pula hubungan mereka dengan nafsu makan? Apakah ini seperti hubungan antara Anjeli, Tina dan Rahul di pilem Kuch Kuch Hota Hai?! Entahlah..

Ada ide yang keren banget yang nampol dikepala temen gue, yaitu makan di kebun teh. Ide ini terlintas karena kami tiba2 ngeh bahwa jalan ke Situ Patenggang pasti ngelewatin kebun teh dikiri kanan jalan. Jadilah ide yang sepertinya hebat ini disetujui oleh segenap kru yang bertugas. Maka kita pun cabut, naik mobil ke Situ Patenggang. Brrrmmm...

Benar aja, jalannya keren banget. Jalan kecil yang hanya cukup untuk 2 jalur mobil itu dikelilingi oleh kebun teh yang segar. Jalanan yang menurun mebuat kami merasa turun gunung. Sesampainya di spot yang dirasa keceh, kami pun menepi untuk makan siang. Keluarin tikar. Keluarin semua makanan. Keluarin minuman dan cemilan. Dan, mulai makan. Gak peduli ada orang yang lagi mejeng disana juga. Gak peduli banyak orang lewat naik sepeda motor yang ngeliatin kelompok kami dengan tatapan aneh. Yang penting kami makan sambil menikmati segarnya udara perkebunan teh. Hajar bleh..

Situ Patenggang dilihat dari atas jalan
Selesai makan, perut pun kenyang. Kalau perut kenyang, hati pun senang. Maka dengan hati senang kami melanjutkan perjalanan ke danau (yang katanya berhubungan dengan) cinta. Gak sampai 30 hari mencari cinta menit, kami pun sampai di tujuan.

Disini nih masalahnya. Gue lupa, dulu waktu masuk ke kawasan Situ Patenggang bayar atau gak ya? Kalau bayar berapa? Gue lupa abis. Seperti gue dulu lupa udah nukar temen gue ama gorengan sebiji. I wasn't thinking that time. Yang ada diotak gue waktu itu adalah, kenapa tempat ini dingin banget? Sedingin tatapan matamu yang menusuk jantungku. *ambil jaket dari tas*

Sekilas info tentang Situ Patenggang. Konon, menurut bisik2 tetangga, situ ini merupakan saksi dari kisah percintaan Ki Santang dan Dewi Rengganis. Gue gak tau siapa mereka atau mereka suka pakai baju yang gimana. Yang gue tau, mereka dulu punya affair. Mengenai tahun berapa, gue juga gak tau. Tapi gue mungkin bisa menuliskan cerita cinta mereka, sekedar berbagi informasi. Begini ceritanya:

Konon di sebuah desa di salah satu pelosok Kabupaten Bandung, hiduplah seorang pria yang gagah perkasa yang bisa membuat semua yang berjenis kelamin betina tergila2. Pria tersebut bernama Ki Santang. Saat itu umurnya 200 hari umur semut. Umur yang sangat produktif untuk melakukan pekerjaan kuli.

Tapi, walaupun dia dianugerahi dengan paras yang keceh, sampai saat itu dia belum menemukan tulang rusuknya. Entah karena memang dia suka pilih2 atau belum ada yang cocok, gue gak tau. Gue gak sempat bertanya kepada Ki Santang waktu itu.

Saat itu, ketika dia sedang jjs (jalan jalan santai) sambil menikmati semilir angin di danau di sekitar kediamannya (yang kemudian dikenal dengan nama Situ Patenggang), kain sarung yang dia kenakan melambai2. Namanya juga danau, angin pasti kuenceng, kata Slank. Tapi hal itu tidak berarti apa2, karena pada saat itu juga, dia mendengar suara merdu seorang perempuan yang sedang bernyanyi lagu "single happy"nya oppie andaresta. Saat itu wanita itu sedang mandi, dan baju serta selendangnya di letakkan di atas batu dipinggir danau. Ki Santang pun mengendap2 dan melihat siapa gerangan yang menyanyikan lagu jomblo itu. Sambil mengendap2, dia melihat setumpuk pakaian wanita diatas batu di dekat tempatnya megintip. Sejenak, dia ingin mengambil selendang dari tumpukan kain itu untuk dibawanya pulang, dengan tujuan agar si wanita tidak bisa pergi kemana2 setelah selesai mandi nanti. Namun, ketika tangan Ki Santang hampir menjangkau selendang wanita itu, tiba2 entah darimana datang Jaka Tarub dan mencegah Ki Santang melanjutkan tindakannya.

"Hentikan Ki Santang", kata Jaka Tarub sambil berbisik di dekat telinga Ki Santang, tapi tidak sambil mendesah, melainkan dengan suara yang berwibawa.

"Why?" Ki Santang bertanya sok keren pakai bahasa Inggris karena dia sebel rencananya digagalkan Jaka Tarub. Gue juga gak tau gimana cara mereka kenalan. Pokoknya waktu itu mereka udah kenal aja.

Merasa tertantang, Jaka Tarub juga menjawab pakai bahasa Inggris, tapi tetap berbisik, "Taking woman's scarf while she's taking a bath is not cool, man. Besides, it is already been MY story. Not yours. Kalau lu gak percaya, lihat nih!" Kata Jaka Tarub sambil mengeluarkan iPad-nya, dan menunjukkan cerita Jaka Tarub kepada Ki Santang di Wikipedia.

Ki Santang pun sedih karena rencananya gagal. Tapi bukan Ki Santang namanya kalau dia gak punya rencana lain. Seperginya Jaka Tarub (entah dengan cara apa dan bagaimana), dia pun mengingat2 lagu2 romantis yang pernah dia nyanyikan waktu ngamen di Simpang Dago dulu, waktu dia masih kecil. Pilihannya jatuh kepada lagu joe cocker "you are so beautiful". Lagu yang sangat romatis yang bisa menyayat2 hati dan telinga pendengarnya. Sebenarnya dia pengen nyanyi lagi bruno mars "just the way you are", tapi lagunya kepanjangan. Takutnya nanti si cewek sekseh yang lagi mandi tiba2 kabur waktu Ki Santang nyanyi belum sampe reff. Lalu Ki Santang pun keluar dari persembunyiannya dan mulai bernyanyi di hadapan si cewek sekseh:

You are so beautiful, to me~
You are so beautiful, to me~
Can't you see, you're everything I hope for
You're everything I need!
You are so beautiful, to me..

Suaranya yang serak2 basah ditambah dengan penghayatan akan lagu yang dipelajarinya waktu audisi Indonesia Idol membuat lagu itu begitu indah. Si wanita yang sedang mandi pun terpesona, baik oleh suara maupun rupa Ki Santang. Emang Ki Santang the best deh.

Merasa harus mengucapkan sesuatu, si wanita akhirnya membalas nyanyian Ki Santang dengan bernyanyi lagu naff "akhirnya kumenemukanmu", karena dia merasa Ki Santang adalah orang yang selama ini dia nantikan. Ki Santang adalah orang yang selama ini hadir dalam setiap mimpi2nya. Merasa gayung bersambut, Ki Santang membalas dengan nyanyian juga. Kali ini dia memilih lagu yang sedikit blues yaitu lagu "your body is a wonderland"-nya john mayer, dengan tujuan si wanita mau keluar dari danau tempat dia mandi dan berjoget2 ria dengannya. Setelah itu, si wanita balas nyanyi lagi. Begitu terus sampai kiamat. *___*

Si wanita keluar dari danau dan mengenalkan diri kepada Ki Santang dengan cara formal. Wanita itu bernama Dewi Rengganis. Umurnya tidak diketahui. Jenis kelamin juga tidak diketahui. Asal usul dari danau setempat.

Akhirnya mereka pacaran. Mereka banyak mengabiskan waktu hangout di mall2 setempat, makan di resto2 baru, nonton Titanic 3D bareng di Blitz Megaplex dan karokean di Naff, soalnya mereka sama2 penyanyi. Pokoknya seru deh. Tapi mereka paling sering pacaran di danau tempat mereka bertemu pertama kali. Biar lebih terasa romansanya, kata mereka.

Setelah pacaran selama 200 tahun cahaya, akhirnya Ki Santang berencana untuk melamar Dewi Rengganis dan menikahinya. Mereka pun pergi ke rumah Dewi Rengganis untuk menemui orang tuanya. Tapi apa lacur, orang tua Dewi Rengganis menolak lamaran Ki Santang dengan alasan beda kasta. Ternyata leluhur mereka dulunya adalah orang Bali. Dewi Rengganis berasal dari kasta brahmana, sedangkan Ki Santang berasal dari kasta sudra. Gue gak tau bagaimana leluhur mereka bisa terdampar di tanah sudra. Gue juga gak tau bagaimana ceritanya leluhur mereka ternyata orang Bali. Gue masukin ini maksudnya biar ada konflik aja di ceritanya. Kan gak enak kalau ceritanya yang senang2 mulu. ^___^

Akhirnya, karena cinta mereka tidak disetujui, dan Dewi Rengganis tidak diijinkan untuk bertemu dengan Ki Santang lagi, mereka sepakat untuk bertemu diam2 di danau tempat mereka biasa menghabiskan waktu bersama. Dan saat itulah Dewi Rengganis meminta Ki Santang untuk membuatkan sebuah perahu kecil untuknya. Ki Santang menyanggupinya dan mulai mengerjakannya. Sialnya, ayam sudah berkokok ketika perahunya belum selesai. Tapi itu tidak masalah, karena dia bukan Sangkuriang. Jadi dia tetap bekerja menyelesaikan perahunya. Akhir cerita, perahu pun selesai. Dan entah bagaimana, perahu itu bisa berubah menjadi sebuah pulau yang bernama Pulau Sasaka yang berada di tengah danau itu. Mungkin Ki Santang meminta bantuan Sangkuriang. Entahlah. Tapi yang pasti, pulau sasaka itulah yang menjadi ikon Situ Patenggang saat ini. Banyak pasangan muda mudi yang pergi kesana untuk menikmati secangkir kisah cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis. Pasangan yang datang kesana juga berharap supaya cinta mereka awet, se awet batu yang pakai formalin.
Note: cerita di atas hanyalah bualan pengarang saja. Jangan dijadikan referensi untuk pamer kisah terhadap pasangan anda. Namun, ada beberapa fakta yang benar mengenai kisah Ki Santang dan Dewi Rengganis yang benar di dalam cerita tersebut. Apa saja? Cari sendiri!

Kami pun sebenarnya ingin main kesana, mengalami pulau yang terbuat dari perahu karya tangan Ki Santang dan menyentuh Batu Cinta yang ada disana, walaupun gue gak tau apa2 tentang batu tersebut. Tapi, nego harga yang cukup alot dengan pemilik perahu yang ada disana tidak membuahkan hasil yang menyenangkan, akhirnya kami pun batal pergi ke pulau cinta tersebut, dan memilih untuk duduk2 santai sambil bernyanyi2 gak jelas di pinngir danau dengan bersenjatakan tikar, cemilan dan gitar.

Lagi asik bernyanyi, kami melihat pasangan yang sebelumnya poto prewed di kawah putih datang dan melanjutkan potoan di Situ Patenggang. Darah muda kami menggelegar melihatnya. Akhirnya kami juga menghabiskan sore yang sangat dingin itu dengan potoan ala anak alay. Cuacanya dingin banget karena Situ Patengang berada di 1.600 DPL. Berikut liputannya:

Gaya Alay 1

Gaya Alay 2

Gaya Alay 3
Sekedar informasi, di sekitar Situ Patenggang banyak pedagang yang menyediakan makanan ringan seperti gorengan, superm*e, kopi dll. Banyak juga pedagang yang berjualan souvenir khas Bandung. Yang perlu diperhatikan adalah, bawa jaket. Kalau gak, lu akan kedinginan disana.

2 comments:

  1. Wah sayang yah gak ke batu cinta nya ... fuhfuhfuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, sayang banget. Tapi apa boleh buat, perahunya gak bisa ditawar lagi sih..

      Delete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...