05 October 2012

Trip to Gunung Kidul - Cave Tubing di Gua Pindul


Sumpah, itu bukan gue!!
*cerita ini lanjutan dari post sebelumnya*

Petualangan di Gua Jomblang kami akhiri dengan bahagia, bagi sebagian orang. Tawa dan komentar positif terdengar dari bibir teman2 trip gue, ini juga bagi sebagian orang. Kami bertujuh, yang memilih menggunakan SRT untuk naik keatas gua tadi, sebenarnya juga ingin tertawa bahagia seperti mereka, tapi apa daya, kami kehabisan nyawa sesaat setelah kami tiba diatas gua. Semuanya kecapekan. Alhasil, kami menggunakan waktu yang ada untuk istirahat. Gue sendiri lebih memilih tidur telentang di tempat istirahat yang disediakan. Sekedar melemaskan dan mengistirahatkan lengan gue yang rasanya pengin lepas. Asiknyaaa~

Belum puas istirahat, kami harus pergi lagi. Katanya sih harus ngejar waktu, biar sampe di Gua Pindul gak kemaleman. Trus gue mikir, gimana caranya ngejar waktu ya? Emang waktunya lari2? Kan gak punya kaki? #dibahas -__-

Perjalanan dilanjutkan dengan melewati jalanan off-road yang gersang yang kami lalui waktu datang tadi. Tapi kali ini kami gak pusing lagi, soalnya udah ada pengalaman waktu datang tadi. Apalagi di perjalanan kali ini kami punya bahan obrolan, tentang SRT yang menantang, tentang Jambu Mete (Jambu Monyet) yang dimakan temen gue, tentang pakean yang kotor, dan tentang petualangan yang akan kami hadapi di Gua Pindul. Woohoo!! Semuanya bersemangat. Apalagi tadi udah makan dan istirahat. Ibaratnya tuh ya, baterai nyawanya udah dicas sampe level 87%. Cukuplah untuk menggila di Gua Pindul nanti.


Janjinya sih perjalanan dari Gua Jomblang menuju Gua Pindul hanya akan memakan sekitar 30 menitan aja. Tapi apa kata, janji tinggal janji. Soalnya, kalau dihitung-hitung, perjalanan kami lebih dari 30 menit *sebenarnya gak ada yang hitung sih, hanya pake feeling aja*. Walaupun masih di daerah Gunung Kidul, tapi tetep, jalanan yang kecil yang naik turun, belok kiri dan kanan menghambat kami untuk bisa tepat waktu. Ditambah lagi supir bus yang gak hapal jalan. Err.. jadilah kami sampai di TKP kesorean. Sekitar jam berapa ya? Jam 4 atau jam 5? Ah, lupa!! Pokoknya udah sore aja.
Suasana yang gue bayangkan tentang Gua Pindul itu 100% melenceng. Gue pikir tuh ya, Gua Pindul bakalan sepi dan berada di tengah2 hutan rimba yang masih banyak terdapat macan kumbang-nya. Ternyata, Gua Pindul itu rame banget. Rame oleh pengunjung dan berada di tengah2 perkampungan. Yaahhh~, gak bisa alay deh!

Waktu kami masuk ke wilayah wisata Gua Pindul, kami harus bayar entah berapa. TS-nya yang tau. Selesai bayar, kami langsung disambut oleh beberapa warung pinggir jalan yang menyediakan makanan dan minuman dengan embel2 'Pindul' dibelakangnya. Seperti Bakso Pindul, Mie Ayam Pindul, Es Jeruk Pindul, Air Mineral Pindul, dll. *yang 2 terakhir gue bohong, tapi yang 2 di awal gue serius*. Selain warung2 kecil tadi, ada juga beberapa bangunan yang menjadi pusat kegiatan dari tempat wisata Gua Pindul ini. Ada tempat penitipan barang lah. Ada kamar ganti lah. Ada kamar mandi lah. Ada toko souvenir lah. Banyak deh. Gue aja bingung, ini gua atau mall sih?! Meuni lengkap pisan.

Oke. Kami turun dari bus dengan gaya yang paling kece. Ada yang pake hotpant. Ada yang pake yukensi. Ada yang pake celana ponggol. Pokoknya keren deh. Gue sendiri pake celana pantai gue yang warna biru ditimpali ama baju kaos item betuliskan Jogja yang gue beli dari Malioboro bulan 3 lalu. Kece? Kagak. Keren? Kagak juga. Yang penting mah, gue bisa main air tanpa kekurangan stok pakean. Hehehe..

Gue pikir, karena kami orangnya berpendidikan, kami jadi orang yang paling keren ditempat itu. Ternyata gue salah. Lagian, apa hubungannya antara pendidikan ama tingkat ke-keren-an seseorang? Gak ada. Jadi yang tadi itu tidak usah dipikirkan ya. Gak penting. Intinya, ternyata disana tuh udah banyak orang yang ngatri pengen cave tubing juga. Gayanya juga keren2. Ada yang shirtless sambil menunjukkan tulang rusuknya yang tercetak jelas di bagian dadanya. Ada yang pakek kacamata rayband hitam supaya gak kelihatan kalau sebenarnya matanya belekan. Ada yang pake hotpant juga, tapi gayanya lebih keren sedikit dari hotpant yang ada dikelompok kami. Ada yang pake jeans juga. Uwoww!! Gayanya keren2 deh. Gue aja males liat mereka. -__-"

Lupakan semua orang2 itu. Lupakan gaya mereka, lupakan kekejian mereka telah memperolok diri mereka sendiri. Sekarang udah sore. Waktunya untuk langsung beraksi. Masih ada perjalanan yang harus dilakukan setelah dari Gua Pindul ini. Lu gak mau kami ngalamin overnight trip lagi kan? Gut gut!!

Setelah guidenya datang, kami pun diajak ke lokasi peminjaman pelampung yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat kami turun dari bus. Guide ini, yang merupakan bagian dari tim pengelola Gua Pindul, sebelumnya sudah menyediakan banyak sekali jaket pelampung, sepatu dan ban untuk dipakai sebagai bagian dari paket cave tubing. cara menyusun alat2nya juga tergolong unik. Kalau biasanya pengelola gua menyimpan dan menyetok alat2 mereka di gudang (pengalaman sebelumnya), pengelola Gua Pindul menyusun jaket pelamput di sebuah rak di luar ruangan sehingga terkesan seperti orang yang sedang jualan. Hahaha.. Dengan warna dan ukuran yang beragam, pengunjung tinggal memilih jaket pelampung yang dinginkan dari rak display yang disediakan. Selain itu, pengelola juga menyediakan sepatu untuk dipinjem, kalau2 ada pengunjung yang datang memakai sendal Swallow yang gampang lepas. Sayangnya, sepatunya seperti sepatu kungfu atau sepatu balet. Tidak fashionable sama sekali. Tapi bukan fashion yang dicari disini, tapi kenyamanan dan keselamatan, juga petualangan yang menantang.

Dimana mana, dan dimana mana, kalau yang namanya petualangan, apalagi yang rada unusual dan ekstrem, pasti guide akan memberikan sepatah dua patah kata pengantar sebelum kita terjun bebas ke TKP. Sama seperti guide kali ini. Beliau, diawali dengan desahan nafas berat, muka sedih dan batuk yang sepertinya sudah menahun, memulai pidato pembukaan sore itu dengan sebuah pengakuan. Pengakuan tentang kehidupannya dimasa lalu. Ternyata dulu diaa.. Ini cerita apa sih? Kok tiba2 ngawur?! Yang ada juga, ada 3 atau 4 orang guide yang akan menemani dan memimpin petualangan kami kali ini. Mereka bilang untuk menanggalkan dan meninggalkan semua barang yang gampang dan mudah terlepas dari tubuh kita, seperti sendal Swallow, hape, kalung, gelang, dll. Karena, sekali terjatuh, barang itu sudah dipastikan tidak akan pernah kembli lagi ketubuh kita, alias good bye. Dengan kedalaman yang bervariasi, antara 1 sampai belasan meter, ditambah air yang tidak jernih, akan sangat sulit mencari benda yang terjatuh kedalam air. Makanya, lepaskan semua yang mudah lepas, dan tinggalkan di bus. Udah? Mantap!!

Tapi, kamera boleh dibawa kok. Yang penting dia gak basah. Atau, untuk kamera yang water-proof, yang penting jangan sampai nyemplung kedalam sungai. Hihihi..

Gila, cave tubingnya belon dimulai, tulisan gue udah sepanjang ini aja. Ckckck..

Langsung ke TKP..

Setelah semua sudah memakai perlengkapan, yang notabene hanya jaket pelampung, kami meluncur kesalah satu sudut lokasi wisata Gua Pindul setelah terlebih dahulu mengambil ban untuk mengapung. Gak perlu headlamp. Gak perlu sepatu boot dan baju naruto. Juga gak perlu perahu karet, apalagi perahu kertas. Yang dibutuhkan hanya  jaket pelampung ama ban. Masing2 satu ban. Karena katanya gak boleh menumpang ke ban orang lain. Takut terjadi hal2 yang diinginkan. Apaan tuh?! Ada deh. ^^

Saat kami sampai di sebuah bangunan yang gue kira kandang beruang (kemudian dengan cepat di klarifiksi oleh guide dengan mengatakan bahwa bangunan tersebut adalah sarang burung Walet), kami menikung tajam ke kanan, dan menuruni sekitar sepuluh anak tangga. Dan.. viola.. nyampe deh di starting point cave tubing di Gua Pindul. Hebat kan?! Kayak mejik, bisa tiba2 langsung sampai.

Emang ya, kenyataan itu selalu terlihat lebih buruk dari pada apa yang kita bayangkan atau harapkan. Awalnya gue bayangin Gua Pindul tuh kayak gini:

Yang begini nih yang gue bayangin dan pengen (Source: travel.detik.com)
Atau yang begini (Source: forall69.blogspot.com)

Atau yang begini juga (Source: backpackerindonesia.com)

Tapi kenyataannya, kami malah dapet yang kayak gini:



Full Team. Woohoo!!
Sumpah. Gak ada hijo2nya sama sekali. Beda banget ama gambar yang diatas. T.T. Tapi gak papa deh. Yang penting kami udah nyampe. Dan yang penting ini pengalaman pertama kami cave tubing. Jadi harus semangat. Semangat dong!!

Kami pun masuk ke dalam aer satu persatu, dengan memakai ban tentunya. Lalu dijejerin dan dibarisin kayak gambar diatas. Kami ada 18 orang, jadi dibagi 2 baris, 9 orang per baris, untuk mempermudah pengaturan selama tubing nanti. Dan waktu guide mulai membawa kami ke pintu masuk Gua Pindul, kami pun semangat. Petualangan dimulai!! Jeng jeng jeng.. *harus ada musiknya*

Kami, khususnya gue, mikir sih, kayaknya petualangan cave tubing itu bakan gimanaaa gitu. Ternyata, cave tubing itu 90% sama seperti naik wahana Istana Boneka di Dufan. Kalau di Istana Boneka kan, kita naik wahana, kayak kereta2an gitu. Keretanya jalan pelan2, lalu ada boneka disana sini. Perjalanan kita diiringi ama musik anak2 yang lucu, imut, ceria dan nge-gemesin, lalu keluar deh. Selesai.

Sama banget ama cave tubing di Gua Pindul ini. Kita masuk, pake ban - anggap aja ban ini wahana kereta2an yang ada di Dufan. Trus kita maju ngikutin arus sungai menuju ke dalam gua. Didalam gua, kita melihat segala ornamen2 gua yang ada, kayak stalaktit, stalagmit dan kelelawar  gitu. Lalu, sebagai ganti musik yang lucu, imut, ceria dan nge-gemesin itu, kita akan didongengin oleh guide. Dongeng imut mengenai sejarah terbentuknya gua ini. Selain didongengin, kita juga akan sukses diceramahin tentang oranamen2 gua yang kami temui. Lalu keluar, dan selesai.

Mirip kan?! Haha

Jujur gue bilang, selama cave tubing di Gua Pindul, kayaknya gak ada satu orangpun dari kami yang mendengarkan dan memperhatikan si guide waktu dia mendongeng tentang asal usul Gua Pindul. Bahkan kalau lu tanya tentang sedikit saja sejarah dari Gua Pindul ama gue, gue pasti gak bisa jawab. Kecuali kalau gue lihat Mbah Gugel dulu. Kami malah memilih untuk tiduran di atas ban waktu kelompok kami bergerak dari pintu masuk sampai pintu keluar. Atau ada juga sebagian yang malah berisik banget, salah satunya adalah gue. Ya, gue emang selalu berisik. #bangga -__-

Contoh ornamen di dalam Gua Pindul

Hati hati kepalanya mbak

Segala perkakas kelelawar ada di langit2 gua
Ada lumayan banyak ornamen yang ada didalam gua. Yang paling dasar ya stalaktit dan stalagmit, baik yang masih aktif maupun yang udah non-aktif. Waktu si guide sampai pada satu titik penyusuran, dia bilang kalau disebelah kanan ada stalagmit yang menyerupai 'rudal' pria dewasa yang berukuran gigantis. Sumpah, gede banget. Dan, posenya itu loh yang gue gak nahan - menjulang TEGAK keatas. Gue langsung membayangkan bagaimana seandainya jika seorang pria benar2 memiliki rudal segede itu. Hihi. Guide juga menambahkan kalau stalagmit yang tidak senonoh itu memiliki khasiat untuk menambah 'keperkasaan' pria dewasa yang menyentuhnya. Ingat, hanya untuk pria dewasa. Selesai berkata begitu, sontak semua pria yang ada dikelompok itu pengen menyentuh stalagmit ajaib itu, tapi hanya satu orang yang benar2 melakukannya. Bukan, bukan gue. Temen gue yang nyentuh. Sumpah deh!! Entah apa motif dia menyentuh stalagmit itu. Hanya Tuhan yang tau.

Ada juga bagian yang dikhususkan untuk wanita dewasa. Aih, bahasa gue udah menjurus2 aja nih. Jadi ketika kami melewati sekelompok (atau sebuah) stalaktit yang masih aktif, yang masih meneteskan air dari ujungnya, guide mengatakan bahwa air yang menetes itu bisa membuat seorang wanita awet muda, khususnya untuk kulit. P*nds kalah deh. Tapi gak ada temen wanita dari kelompok kami yang benar2 melakukan saran guide itu. Entah karena mereka malu (karena ketahuan udah tua) atau karena mereka gak bisa bergerak karena lagi berada di atas ban, ini juga hanya Tuhan yang tau.

Selain stalaktit dan stalagmit yang sexist tadi, ada juga stakaltit yang rada artistik. Bukan, bukan stalaktit yang berubah jadi pelukis atau potografer. Tapi stalatit yang bisa mengeluarkan bunyi seprti suara gong kalau dipukul. Karena kemampuannya yang unik itu, stalaktit itu pun kemudian dinamakan Batu Gong. Mantap bener!! Ada juga kelelawar, yang kecil dan rada besar, yang bisa ditemukan di langit2 gua. Mereka berada disana beserta kotoran2 mereka. Sisanya, ya kami. Gak ada apa2 lagi.
fase terang
Penyusuran di Gua Pindul mencakup 3 fase. Fase pertama adalah fase terang, dimana sinar matahari masih bisa menerobos masuk kedalam gua untuk memberikan penerangan selama penyusuran. Sampai fase ini, semua berjalan dengan lancar dan sesuai semestinya. Kita masih bisa flirting ama teman satu kelompok kita. Moga2 aja dia flirting balik, kan mantep tuh.

Fase kedua adalah fase remang2. Dinamakan fase remang2 karena memang kodisi pencahayaan yang minim didalam gua. Fase ini berjarak tidak terlalu jauh dari fase pertama, dan cahaya sangat lemah masih bisa ditemukan didalam gua. Sampai fase ini, kita mulai bingung dan meraba2. Yang paling tidak enak, kita tidak bisa mengetahui posisi teman yang kita flirting tadi. Apakah dia masih diposisi yang sama atau sudah berubah. Hal ini bisa saja terjadi, karena arus arusnya gak stabil, jadi posisi berubah ubah. Yang paling menarik darifase ini adalah, ketika kami melihat ke langit2 gua, walaupun temaram, kami masih sempat melihat seekor kelelawar jantan kecil diimpit oleh 3 ekor kelelawar betina kecil. Kayaknya sih mereka lagi foursome (benar gak sih istilahnya?). Sumpah - susu tumpah - gue gak bohong!! Asik banget mereka berkelakuan begitu. Sesuai dengan tempatnya yang remang2.

 Lalu perjalanan mencapai titik dimana tidak ada cahaya sama sekali, kecuali cahaya yang dihasilkan dari sumber penerangan yang dibawa guide. Inilah fase gelap abadi. Gak ada cahaya sama sekali. Hitam dan pekat. Ditempat ini, setelah guide mematikan sumber cahaya yangdia bawa,  meminta kami untuk berdoa, gak tau berdoa untuk apa. Gue juga curiga sebenarnya gak ada yang berdoa. Atau cuma gue aja yang gak berdoa? Payah.

 Dari titik ini ke pintu keluar gua sebenarnya udah dekat. Jadi sebelum kami benar2 mencapai titik akhir petualangan kami, hanya hanya berjarak beberapa ratus meter dari pintu masuk tadi, kami meminta kepada guide untuk berhenti, dan berenang bebas, tanpa ban, kearah pintu keluar. Dan guidenya ternyata baik banget. Dia ngijinin aja. Jadilan kita keluar semua keluar dari ban dan melanjutkan acara susur gua itu dengan body rafting, tentunya masih pakai life vest.

Oh iya, gue lupa bilang, kalau sebenarnya ada 3 guide yang bertugas menemani kami cave tubing. Satu guide utama tugasnya mendongeng tentang sejarah Gua Pindul tadi. Dia posisisnya paling depan. Satu guide pembantu tugasnya menjaga kami dari belakang, dan mengarahkan pergerakan ban kami. Jadi dia jaga2 supaya gak ada peserta yang tercecer ataupun tiba2 bertambah atau berkurang. Satu guide lagi, dan ini guide favorit gue, dia posisinya berubah2, fleksibel, dan tergantung ramalan cuaca. Dia fungsinya potoin semua peserta. Jadi mayoritas dokumentasi kami ditempat ini ya hasil jepretannya dia. Baik banget kan?! Makanya hasilnya hanya seadanya. Hihi

Nah, petualangan body rafting inilah yang sebenarnya yang paling seru. Kami semua, yang bisa dan gak bisa berenang, mengambang mengikuti aliran air sungai Pindul. Sebagian sibuk poto2an, sebagian sibuk buat manuver2, dan gue sibuk menenggelamkan teman gue yang gak bisa berenang. Haha *evil laugh*. Hanya da satu teman kami, yang kebetulan TS trip ini, yang gak ikutan body rafting. Alesannya sih gak bisa berenang, dan itu sudah terbukti di Gua Jomblang sebelumnya. Tapi kan dia gak bakal tenggelam, wong pake jaket pelampung kok. Tapi, tetep aja, dia gak mau keluar dari ban-nya.



Ini nih yang gak mau keluar dari ban-nya

Semua pada heboh berenang terbalik (?)
Baru sebentar kami mencoba berenang di kolam dekat pintu keluar Gua Pindul, adjan Maghrib berkumandang dari masjid terdekat, mengingatkan kami sudah waktunya untuk selesai dan keluar dari air. Gue dan satu temen gue, gak mau begitu saja pulang. Kami harus merasakan yang namanya lompat dari batu yang ada disana ke dalam air yang katanya sedalam 5 meter. Tapi hati2, karena banyak batu juga di tepi2 tebing tempat melompat itu. Temen gue sempat terantuk batu waktu pertama kali melompat, tapi tetep aja dia ikut lompat lagi waktu gue lompat untuk kedua kalinya. Dasar tukang lompat!!

Setelah dirasa cukup, kami keluar dari air dan berjalan sedikit menuju jemputan yang disediakan untuk membawa kami kembali ketempat bus kami diparkir. Jemputannya sih gak mewah2 banget, hanya sebuah pick up dengan atasan yang terbuka. Jadi kalau turun hujan, kami akan tetap basah, walaupun itu bukan masalah, karena kami sudah basah dari awalnya. #GakPenting!!

Naik Pick-up
Hanya sebentar saja kami sudah sampai di lokasi awal, tempat bus kami diparkir. Waktunya mandi dan ganti baju. Sialnya, kamar mandi yang disediakan hanya sedikit saja, kalau tidak salah ada 5/6 kamar. Ditambah dengan beberapa bilik darurat yang terbuat dari seng dengan ember didalamnya sebagai tempat untuk menampung air, yang jadi tempat gue mandi karena kamar mandi yang sebenarnya saat itu lagi penuh. Sialnya, gak ada penerangan di bilik itu, dan airnya juga sangat sedikit - gak sampai setengah ember. Alhasil, gue pun mandi diterangi oleh headlamp temen gue dan menghemat air sebisanya. Dan untuk fasilitas mandi/ganti baju, kami dikenakan biaya 2000 saja.

Selangi menunggu temen gue selesai mandi, kami mandinya gantian, gue ngobrol2 ngalor ngidul sama ibu2 yang nungguin 'kotak sumbangan' itu. Katanya sih tempat ini baru dijadikan objek wisata sejak 2 tahun lalu dan  hari Sabtu dan Minggu adalah hari dimana tempat itu dipadati oleh pengunjung dari dalam dan luar kota. Kabar baiknya, pengelola berencana untuk memugar tempat itu dalam waktu dekat, supaya fasilitas, sarana dan prasarana yang ada bisa memenuhi harapan pengunjung, atau setidaknya lebih baik lah. Ya, contohnya kayak kamar mandi tadi. Semoga cepat terlaksana ya. Amin.

Selesai mandi, ternyata ada kudapan yang menanti, semangkuk BAKSO PINDUL untuk semua orang. Aseekk. Dingin2 dikasih makanan yang panas emang cocok banget, apalagi gratisan. Selain itu, pengunjung juga mendapat amenity lain dari pengelola tempat ini, yaitu wedang jahe gratis. Mantap tenan lah.

Selesai makan, perjalaan dilanjutkan ke Pantai Siung. Woohooo!!

*credit to most photos go to Chyntia. Please visit her blog.. :D

11 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















      Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

      Delete
  2. ini kayanya fotonya hampir semuanya dari kamera gw ya bro.. Bayar copyright :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah di bayar pake tulisan kakakk.. :D

      Delete
  3. Kami Sarankan untuk YAD, sehabis tubing dan rafting pasti anda lapar , ada paket murah makan tapi uenak dan mantab cuma Rp 15.000,- Paket : Nasi Merah/putih, Ikan/daging ayam bakar/goreng sambel kahas gunungkidul + lalapan, tempatnya nyaman ada dipinggiran kali oya kawasan wisata pindul-oya lami pedesaan.. menu lai ada berbagai kopi dari kopi bali, lampung dan kopi aceh bener bener mantab....

    ReplyDelete
  4. Kami Sarankan untuk YAD, sehabis tubing dan rafting pasti anda lapar , ada paket murah makan tapi uenak dan mantab cuma Rp 15.000,- Paket : Nasi Merah/putih, Ikan/daging ayam bakar/goreng sambel kahas gunungkidul + lalapan, tempatnya nyaman ada dipinggiran kali oya kawasan wisata pindul-oya lami pedesaan.. menu lai ada berbagai kopi dari kopi bali, lampung dan kopi aceh bener bener mantab....

    ReplyDelete
  5. kapan ini ga?
    gw masih dapet warna ijo kalo di pindul nya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ini mah udah sekitar 2 tahun lalu, har. Waktu Pindul belum terkenal malah :D

      Delete
  6. terimkasih sudah berkunjung, kami tunggu kunjungan selanjutnya.

    ReplyDelete
  7. Yuk Kak liburan Lagi Menikmati Indahnya Kota Jogja Dengan Berbagai Destinasi Wisata Yang Terbaru Tentunya.

    Kami VICTOR WISATA Melayani :
    - SEWA MOBIL/ELF/BUS
    - PAKET WISATA/FAMILY GATHERING
    - JASA PEMANDU WISATA
    - RESERVASI HOTEL
    - SEWA HOMESTAY
    - WISATA JEEP MERAPI
    - WISATA SEPEDA KELILING DESA

    Reservasi VICTOR WISATA :
    Telepon/SMS/Whatssap : 081915537711 (XL)

    Telepon/SMS : 082137676966 (TELKOMSEL)

    PIN BBM : D283472C – 51843E1D

    Instagram : victor_wisata

    Webbsite : www.victor-wisata.com


    Sewa Mobil Keliling Jogja Tarif Mulai Rp. 450.000 (Include : Mobil+BBM+Driver)

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...