22 October 2012

Trip to Gunung Kidul - Mengejar KA Progo



Temen gue di St. Lempuyangan
 Acara culinary hunting di Pantai Wediombo berlangsung sukses. Acara itu diakhiri dengan senyum puas, perut kekenyangan, kebanyakan minum karena kepedesan dan berbagai ekspresi positif dari wajah temen2 gue. Hanya gue yang cengok. Kenapa? Karena kan di itinnya di tulis culinary hunting. Gue kira tuh di Pantai Wediombo ada seperti pujasera yang nyediain berbagai jenis makanan laut dan makanan khas daerah Jogja, atau at least makanan endonesia lah, yang ajib ajib gitu. Jadi gitu gue nyampe kesana, tinggal pilih mau makan apa sama mau minum apa. Ternyata gue tertipu. Somplak abis. Yang dimaksud dengan culinary hunting disini ternyata tak lebih dari dari acara makan bareng dengan menu yang dibeli di warung.

Bukannya waktu di Pantai Siung juga udah makan bareng di warung Doraemon?
Bukannya waktu di Gua Pindul juga udah makan bakso bareng?
Bukannya waktu di Gua Jomblang juga udah makan bareng, di dalam gua lagi..
Apanya yang culinary hunting? Hanya satu jenis menu yang tersedia. Gak bisa milih.

Tapi gpp lah. Setidaknya gue gak harus ngeluarin uang lagi untuk bayar makan siang di sore hari ini. Ternyata acara makan2nya udah termasuk dalam anggaran biaya yang udah gue bayar di awal acara. Dan terlebih lagi, gue jadi pernah makan ikan yang gede banget. Baru kali ini loh.

Awalnya udah di wanti2 ama TS-nya mengenai keberangkatan pulang kami ke Jakarta. Seperti sebelumnya waktu kami datang ke Jogja, kami akan balik ke Jakarta dengan menggunakan KA Progo dari St. Lempuyangan dan akan berakhir di St. Senen. Dan seperti yang kemaren juga, kali ini kami juga dibagi dalam 2 kelompok, yang AC dan yang ekonomi. Seperti nasib sudah menuliskan takdir yang tetap bagi gue, gue kebagian yang ekonomi (lagi). Sipp.. Yang ekonomi berangkat jam 5 tepat, sementara yang AC berangkat agak belakangan, sekitar jam 6 gitu.

Okesipp. Sekarang udah jam 3 lebih. Yang harus kami lakukan adalah bersiap secepatnya dan langsung capcus ke stasiun. Berharap bisa sampai sebelum jam 5.

Tapi sumpah ya. Gak semua hal itu berjalan dengan keinginan

Gue berharap langsung ada keajaiban yang membawa kami langsung tiba di depan St. Lempuyangan shingga kami gak perlu telat. Tapi, jam udah menunjukkan jam 4 lewat, dan kami bahkan belum sampai ke daerah Wonosari. Masih menuruni Gunung Kidul. Intinya gak ada keajaiban. Dan kami masih was2 tak menentu. Harap harap cemas sambil keringetan.

Kami masih keringetan dan bus kami masih jalan dengan santainya. Soelah dia ingin berlama2 menikmati segarnya udara pengunungan sambil memandang lenskep kota Jogja dari ketinggian yang tidak seberapa itu. Tapi itu gak sebanding dengan ketika temen2 gue pada turun untuk membeli oleh2. Ih, mereka gak ngertiin banget sih? Udah jam 4 lewat nih, dan kami masih jauh dari kata 'dekat', mereka malah beli oleh2. Udah gitu hanya buah sawo lagi. Kenapa harus beli disini sih?

Oke. Gpp lah. Setidaknya biar ada bukti kalau mereka ke Jogja, gitu pikiran kami. Akhirnya mereka turun, dan mulai hunting oleh2, yang notabene semua adalah buah. Emang gue akui, buah sawonya gede2 banget. Kayaknya sekilo hanya 3-4 biji deh. Kenapa ya semua yang ada di Gunung Kidul gede2? Ada yang tau?

5 menit berlalu mereka masih cari2 buah yang keceh. Gue didalam belingsatan.
10 menit berlalu mereka masih melakukan transaksi tawar menawar. Gue makin gak karuan.
Baru ketika TS kami ngomong supaya mereka cepat, seketika itu juga semua transaksi selesai. Semua pada naik ke bus. Sadar diri. Hahaha

Okeh, bus melaju lagi. Dan kali ini udah jam 4.30. Doa2 mulai dilantunkan. Temen2 gue mulai dzikir dibelakang (boong banget). Pokoknya kami berdoa sumapay kami bisa sampai tepat waktu. Ataupun kalau kami gak bisa make it on time, setidaknya KA Progonya di delay keberangkatannya. Evil banget kan kami. Tapi ya, namanya juga usaha. Hihihi

Dikepala udah mulai berkelibat kemungkinan2 akan tertinggal KA Progo.
Nginep di St. Lempuyangan sampai dapet KA yang lain.
Ikut yang jam 6 walaupun gak punya tiket.
Jadi warga negara Jogja.
Cuti hari senen.

Gue lebih prefer pilihan yang terakhir. Cuti hari senen. Bisa enak istirahat sambil tidur seharian dirumah. Tapi, menngingat cuti gue udah minus 2, gue langsung menepis pikiran cuti itu dari otak gue. Dan muali berdoa dengan brutal supaya kami bisa gak ketinggalan kereta. Yaaahhh, gagal deh tidur seharian :(

Untungnya, salah satu teman gue yang duduk dibelakang supir memberitahukan kondisi kami ke supir dengan cara berbisik. Gak tau kenapa harus berbisik. Dia pikir itu rahasia yang gak boleh didengar orang banyak apa? Pokoknya gitu lah. Trus si supir dengan entengnya bilang, "Iya, gpp. Kita bentar lagi nyampe kok", padahal gue lihat perhatiin saat itu posisi masih di daerah Bantul. Sekarang gue mikir, Bantul ke Lempuyangan dekat gak sih? Gue gak tau. Pokoknya gue pen jitak aja tuh anak2 yang naik AC yang pada senyum2 diatas sengsara kami. Huh!!

Entah gak tau mejik apa yang berlangsung saat itu, atau apakah dewi fortuna sedang berpihak kepada kami, kami tiba di St. Lempuyangan saat KA Progo hampir berangkat. Saat bus kami menepi di depan St. Lempuyangan, kami langsung disambut dengan suara microphone yang mengatakan KA Progo siap untuk diberangkatkan. Jadilah semua anak2 ekonomi (ciee, sebutannya gak nahan..) berlarian berhamburan ke arah pintu masuk tanpa sempat ijin ke teman2 yang lain, dan terutama ke pak supir. Pokoknya semua berlarian aja. Bahkan saking katroknya, ada salah satu temen gue yang sebetulnya berangkat jam 6 naik AC, tapi dia ikut lari2an bareng gue. Lebih tepatnya di depan gue. Gue gak tau itu buat seru2an aja atau dia emang parno. Tapi, sewaktu menunjukkan karcis ke petugas, yang dengan cepat mengatakan kalau yang dikejar itu bukan keretanya, dia langsung berhenti dan cengok. Sementara gue dan yang lainnya tetap berlari sambil ngetawain dia. Hahaha

Eniwei, pengalaman lari ngejar KA itu sesuatu banget. Gue aja sampe bilang WOW (gak sambil koprol) begitu naik ke kereta. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan. Pupus sudah harapan gue untuk cuti. Huhuhu

Sekedar catatan penutup, gue sampe di Jakarta jam 2 subuh. Dan setelah gue nganterin temen gue ke kost-nya, gue milih untuk tidur di kantor. Untung gue yang bawa kunci kantor. Gue jalan dari kost-an temen gue. Dari jam 3 berangkat, gue nyampe jam 4 dikantor, setelah sebelumnya mandi dulu di Pom Bensin terdekat. Paginya, kerja dengan biasa. Tanpa merasa bersalah. Hihihi

Pesan moral: kalau udah mau ketinggalan kereta, berdoalah dengan lebih brutal.

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...