10 December 2012

Snorkeling ke Pulau Semak Daun, Kena Karang Beracun


Tujuan kami ke Pulau Semak Daun adalah untuk snorkeling. Sebuah aktivitas yang belum pernah kulakukan dari semenjak lahir sampai sekarang. Gimana mau snorkeling, aku aja baru dengar dan tau kata snorkeling waktu masa kuliah. Emang parah banget sih, tapi kan dulu ditempatku gak ada konsep snorkeling. Lahir dan besar di perkebunan teh dan Danau Toba membuat hidupmu jauh dari laut. Jadi jangan salahkan aku, salahkan aja tuh kebun teh. Hihihi

Jadi rencananya kami akan latihan snorkeling (bagi yang belum pernah) di Pulau Semak Daun. Setelah dirasa cukup mahir dalam hal mengapung dan menggerakkan fin, barulah nanti kami diajak ke pulau Air dan pulau Coral untuk menyaksikan keindahan dunia bawah laut. Setelah itu pasang tenda lagi di bermalam di Pulau Semak Daun, dan besoknya pulang setelah mempir ke tempat penangkaran elang.

Gitu aja. Udahan yaa. Dadah~

Kagak lah. Aku mau ceritain pengalaman somplak disini. Mulai ya..

Setelah melewati perjalanan suram dengan menggunakan kapal bernama Mega Mendung, kami pun sukses berbasah ria ketika tiba di Pulau Semak Daun.Yang paling nyebelinnya, hujan reda pas kami sampai disana. Kenapa gak daritadi sih?! Eh, gak nyebelin juga sih, yang ada kami malah untung banget karena hujannya udah reda. Jadi kami bisa langsung byar byur deh di tekape. *buka baju dan celana*

naik kapal MEGA MENDUNG
Pulau Semak Daun adalah sebuah pulau kecil yang berada di sebelah selatan gugus Kepulauan Seribu. Entah kenapa dibilang pulau Semak Daun, yang pasti di pulau yang hanya sebesar tiga kali lapangan tenis ini berisi beberapa pepohonan dan tempat yang lumayan lapang untuk mendirikan tenda. Ada juga satu bangunan rumah yang menjadi tempat tinggal pengelola pulau ini. Entah siapa namanya, aku lupa kenalan. Tapi dia baik. Dia juga menyediakan air tawar utuk sekedar mandi atau gosok gigi atau untuk mencuci peralatan makan. Tidak gratis tentunya. :P

penampakan dari kapal
Aku pikir, karena ini adalah private island (yang konon katanya dimiliki oleh seorang anggota DPR dari partai xxx), maka pulau ini wajib sepi. Ternyata, gitu kami sampai, udah banyak banget yang petentengan di sana. Terhitung ada 4 kapal ojek yang bersandar di dermaga pulau Semak Daun. Semuanya membawa setidaknya 20 penumpang. Dafuq?! Tempat ini ramai sekali kawan!!

Tapi, semua itu tidak menjadi masalah setelah pemandangan di bibir pantai dengan segala pesonanya. Air yang sangat bening, ditimpali oleh warna hijau tosca yang sangat indah, dan penampakan ikan2 kecil yang berenang dalam beberapa kelompok membuat bola mata ini seperti mau keluar dari tempatnya, pikiran seketika bebas dari tekanan dan muncul gairah yang sangat untuk segera melompat kedalam air. Satu kata, tempat ini AWESOME!! Woohoo!! Gak masalah tadi hujan, atau semalam harus nginep di pelabuhan. Yang penting kami sudah sampai disini. Thx God!!

pulau Semak Daun
Yang lebih hebat lagi, walaupun merupakan pulau kecil, pulau Semak Daun ini menyediakan tempat berenang yang lumayan luas. Banyangkan aja, sampai beberapa ratus meter dari bibir pantai, kedalaman airnya hanya max 3 meter. Jadi sepanjang mata memandang, kelihatan warna hijau muda yang menenangkan. Tidak seperti warna biru laut yang menyimpan misteri bersama dengan kepekatan warnanya. Pokoknya sugoi!!

In short, Pulau Semak Daun adalah tempat yang sempurna untuk latihan snorkeling. Pantainya tenang sekali. Tidak ada ombak. Tidak ada badai. Quite and calm. Hanya suara teriakan kesenangan pengunjung, dan sesekali suara kapal, yang terdengar dari tempat itu. Indahnya duniaaa~

dermaga pulau semak daun
Kami pun segera memakai snorkeling gear dan melompat turun kedalam air. Saat berenang kesana kemari, ada sensasi aneh yang aku rasakan. Eh, bukan hanya aku aja ding, beberapa temanku juga ikut merasakan. Jadi air yang terdapat di dekat bibir pantai itu rada hanget, seperti air mendidih yang sudah didinginkan sekitar 30 menit. Tapi waktu berenang ke spot yang tidak jauh dari tampat tadi, air tiba2 terasa dingin dan menusuk kulit. Aneh. Fenomena alam apa ini?! Ada yang bisa menjelaskan?

Setelah beberapa kali merasakan perubahan suhu yang lumayan drastis, akhirnya kami terbiasa juga, dan mulai snorkeling dengan berbagai cara dan variasi, dari yang berenang dengan sangat tenang sampai dengan berenang dengan cara biadab. Untungnya pengunjung lain udah pada pulang, jadi tempat ini lumayan sepi. Sementara aku dan beberapa temanku mengelilingi tempat itu, teman2ku yang lain malah belajar berenang. Payah!!

sesi belajar berenang
payah!!
Saking pernonya aku, kadang aku gak sadar kalau udah snorkel terlalu jauh dari bibir pantai. Akhirnya sampai pada satu spot, yang ditumbuhi oleh rumput laut hampir mencapai permukaan laut, aku dikejutkan oleh sebuah penampakan. Waktu itu aku lagi cari-cari ikan buat difoto, tapi ikan yang rada kecil. Nah, waktu aku lewat wilayah rerumputan itu, tiba2 aku melihat ikan segede lengan orang dewasa tepat dibawahku, diantara rumput2 laut itu. Ikan warna putih awalnya hanya diam, tapi waktu aku lewat, langsung bergerak cepat menuju semak2 rumput laut itu. Sontak aku kaget dan takut setengah mati. Sempat berpikir macem2, itu makhluk apa gede banget. Tapi setelah aku bisa menenangkan diri, akhirnya aku tau kalau itu ikan. Sayang, waktu mau dipoto, ikannya kabur lagi.

The real snorkeling starts here!!

Setelah kami mendirikan tenda untuk tempat menitipkan barang, kami pergi snorkeling. Tujuannya: Pulau Coral dan Pulau Air. Dipikiranku yah, yang namanya pulau itu pasti daratan dong. Secara definisi juga, pulau itu artinya daratan yang dikelilingi oleh air (laut). Jadi gak salah kalau aku berharap kami akan segera hopping ke pulau lain disekitar pulau Semak Daun. Tapi dijalan menuju spot snorkeling itu, aku mulai mikir, gimana mungkin sebuah pulau diberi nama Coral, atau yang paling absurd pulau air?

penampakan tenda kami
Akhirnya rasa penasaranku terjawab waktu kami berhenti disuatu tempat di tengah laut lepas. Tidak, tidak ada pulau yang terlihat disekitar situ. Dan tidak, airnya tidak berwarna hijau seperti yang tadi, melainkan warna biru pekat, tempat semua misteri kehidupan tersimpan. Dan ya, di tempat itu sudah ada beberapa kapal yang berhenti, menurunkan jangkarnya. Terlihat juga sekian puluh life vest mengambang di sekitar kapal-kapal itu. Ternyata mereka lagi snorkeling.

Wellcome to pulau Coral.

Inilah yang namanya pulau coral. Pulaunya bukan ada diatas permukaan laut, melainkan ada dibawah permukaan laut. Sial, bilang dong kalau maksudnya pulau coral tuh yang beini. *sedikit emosi*. Okeh. Tanpa tedeng aling-aling, segera kupasang perlengkapan snorkelku dan langsung lompat gaya bebeas kedalam air. Saking bebasnya, sampai2 beberapa teguk air laut masuk kedalam mulut. Baguss!! Asin banget <- ya iyalah!!

Well, mungkin keindahan laut di Kepulauan Seribu gak sehebat dan seindah yanga da di Karimun Jawa atau Raja Ampet, tapi bagiku yang masih pemula dalam hal snorkeling, pemandangan coral yang ada disana adalah hal terindah yang pernah aku lihat. Begitu aku mengambil kuda2 snorkeling, aku langsung bisa melihat batu-batu karang yang sangat indah. Bentuk yang aneh-aneh tapi unik dan warna serta komposisi yang beda2, membuat aku terbius memandangnya. Aku serasa memasuki dunia baru. Dunia yang belum pernah aku tau sebelumnya.


salah satu hasil jepretanku
iya, jelek  >_<
Memang, mayoritas karang yang ada disana itu hard coral, tapi itu sudah lebih dari cukup untukku. Dan ikan2 ikan itu, yang warnanya lucu-lucu dan menggemaskan sangat mempesona, menambah indahnya pemandangan bawah laut waktu itu. Kadang mereka sembunyi sembunyi di balik coral, melihat kami yang penasaran ini dengan malu-malu. Kadang mereka bergerombol membentuk formasi entah apa. Tapi lebih sering mereka tinggal menempel di karang yang menajdi rumah mereka, sehingga membuat kami yang terkagum2 ini hanya bisa melihat mereka dari kejauhan. Memoto dan berharap bisa menyentuh mereka. Tapi sia2.

Untungnya gak ada satu pun bulu babi (sea urchin) yang terlihat mejeng disana. Asiknyaaa~
lagi berdiskusi ttg cara menangkap ikan yang baik dan benar
Satu kejadian yang susah dicerna oleh otak ku adalah, alat snorkel temanku terlepas dari goggle-nya dan tenggelam. Kok bisa ya snorkelnya lepas? Seharusnya itu snorkel kan nempel di mulut. Trus snorel kan nyangkut goggle. Bisa lepas itu gimana ceritanya? Dan yang lebih merepotkan, goggle itu tenggelam, bukan terapung atau melayang. Tenggelam di kedalaman 3-4 meter. Stress. Mau ngambil atau ganti rugi? Diambil dong. Beberapa orang yang ngaku bisa berenang mencoba menyelam. Tapi semua gagal karena tekanan air di telinga mereka terlalu tinggi. Jurus terakhir, minta tolong sama yang punya kapal yang membawa kami kesini. Hasilnya, amazing. Tanpa mengenakan perlengkapan apapun, dia langsung lompat kedalam air, menyelam, dan muncul dipermukaan dengan snorkel ditangannya. Hebat banget. Saat itu aku langsung berdoa supaya bisa jadi seperti dia. Bihihihi..

Karena ombak sudah mulai keras (dan beberapa temanku ada yang pergi entah kemana terseret ombak), maka kamipun menyudahi sesi kami di pulau coral dan menjemput teman kami yang keseret ombak ini dengan kapal. Kasihan banget mereka, uda gak bisa berenang, keseret ombak pula. Ckckck

Snorkeling di Pulau Air hamper sama kesannya dengan di Pulau Coral tadi. Hanya saja, di Pulau Air banyak ubur-uburnya, ubur2 warna pink muda yang tembus pandang. Selain itu, jumlah ikannya pun lebih banyak. Gitu turun dari kapal, kami langsung disambut oleh ubur2 tadi dan satu kelompok besar ikan yang sedang bergerombol.

Sampai disini semuanya bergembira, sampai ketika aku ingin dipoto sambil menyelam, nasib buruk menghampiriku. Jadi saat itu aku yang masih polos ini dengan pedenya pengen dipoto sambil menyelam. Walaupun gak bisa berenang, tapi aku jabanin juga, dengan catetan satu orang teman udah ada yang standby buat nolongin aku nantinya. Nah, jadilah aku menyelam, byurr.. Sebagai tumpuan untuk naik ke permukaan, aku memegang karang keras yang ada di sebelah kiriku, mendorongnya, lalu naik keatas. Yang aku gak tau, ternyata ada juga jenis karang yang beracun. Sial banget. Gak butuh waktu lama, tanganku yang memegang karang itu pun langsung perih banget, dan gatal2 gak ketulungan.

ini nih penyebabnya

Aaakkk.. kenapa gak ada yang kasih tau sebelumnya kalau ada karang yang beracun? *sambil garuk2 tangan kiri*


ababil sambil main air
Acara selanjutnya gak ada yang special. Kami menghabiskan malam itu dengan main poker diiringi oleh segelas anggur merah (asli) yang aku bawa sebelumnya dan suara deburan ombak kecil yang mulai terdengar. Walaupun kami mendirikan 5 tenda, tapi hampir tidak ada yang memilih untuk tidur didalam tenda, semuanya pada tidur di sleeping bag di pinggir pantai. Sesuatu banget, sayangnya gak ada bintang malam itu. But that’s fine, soalnya gak hujan juga. Kekekeke 
tidur dipinggir pantai

Ah, indahnya tidur diiringi debur ombak yang teduh.

Some photos are taken by Indarjit and Thomas.

6 comments:

  1. pingin banget nenda di semak daun, kayak nya seru bareng temen2. Trus pesta malam nya hadehhhh hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, emang seru banget. Tapi sekarang udah lumayan rame. Waktu itu aja, udah ada beberapa kelompok yang nenda juga. Buruan kesana, ajak2 gue bila perlu. Tapi dibayarin ya.. :P

      Delete
  2. sumpah...lucu banget bro..kapan2 boleh ikut join backpacker g..heheheh
    itu belum seberapa dibanding yang ada di karimunjawa..

    cree

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, belum sempat ke karjaw inih, gak ada cuti T.T
      Ayoo, ikutan bacpacking, seru loh!!

      Delete
  3. bro mau nanya dong, balik dari semak daun bagaimana? katanya kalau naik kapal cepat dibatasi ya per pulau 5 orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari Semak Daun naik kapal ojek ke Pulau Pramuka. Dari Pulau Pramuka langsung ke Angke, banyak kapal penyeberangan kok :)

      Delete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...