21 April 2013

Danau OPI, seperti kolam renang pribadi



Selain Sungai Musi yang membelah kota Palembang menjadi dua, ternyata masih ada wisata air lainnya yang terletak tidak jauh dari pusat kota Palembang ini, namanya adalah Danau (buatan) OPI. Oke, tergantung lu letakin pusat kota Palembang-nya dimana, maka lokasi Danau OPI ini pun menjadi relatif, bisa dekat bisa juga jauh, bisa sangat dekat dan bisa juga sangat jauh. Dalam kaca mata batin aku sih, pusat kota Palembang itu ada di Jembatan Ampera, soalnya lokasi itu adalah tempat paling ramai dan sering dikunjungi orang. Ada pasar 16 juga loh!! Makanya aku bilang dekat. Dari Jembatan Ampera, jalan lurus terus ke arah Jakabaring. Di dekat Stadiun Sriwijaya, ada Wisma Atlit yang dulu dana pembuatannya dikorupsi oleh Nazaruddin. Tapi sekarang udah selesai sih. Nah, tempatnya bukan disitu. Dari situ ada bundaran, lu lurus terus kearah OPI (kalau tidak salah melewati lokasi wisata yang berisi berbagai jenis rumah adat Indonesia), setelah itu belok kanan masuk ke Perumahan OPI. Sampai deh!! *aku juga gak tau itu mengarah kemana* LOL

Danau ini terletak ditempat yang rada terpencil dan sepi. Gak ada mall, gak ada angkot, gak ada flash mob. Semua ketenangan yang bisa kau bayangkan akan kau dapati disini. Walaupun pada saat-saat tertentu tempat ini akan dipenuhi oleh pengunjung, namun banyak saat-saat dimana danau ini serasa milik pribadi, seperti yang kualami waktu itu.

Lebih tepatnya sore itu..

Danau OPI ini kecil saja. Tidak lebih besar daripada Danau Toba ataupun Danau Lau Kawar. Bahkan bisa dikelilingi dengan cara berenang. Well, butuh waktu 2 hari sih untuk membuat satu lingkaran penuh di danau itu (kalau yang berenangnya semut). Lebih besar dari air kobokan dan comberan. Tapi intinya, danau ini tidak besar. Di sekeliling danau tersebut terdapat warung2 bambu kecil yang menyediakan berbagai makanan, mulai dari Mie Sop, Jagung Bakar, Es Kelapa Muda dan juga Indomaret. Biasanya pengunjung datang ketempat ini hanya untuk melewati senja dengan damai, melihat sunset yang tidak seberapa dan melakukan wisata air seperti banana boat atau perahu bebek, atau sekedar berenang gratis. Sedangkan aku, aku datang kesitu untuk membeli es kelapa muda dan kacang tanah rebus. 

Waktu itu aku baru selesai berkunjung ke Pulau Kemaro. Setelah numpang makan siang di sebuah mall di tengah kota, kami melanjutkan perjalanan menuju Danau OPI.

Sampai di OPI, hari sudah senja. Danau OPI sudah lumayan sepi, hanya terlihat beberapa pasangan yang bekerja keras dalam perahu bebek yang berseliweran di tengah danau. Ada juga 3 orang yang sedang menaiki pisang karet raksasa yang ditarik oleh sebuah speed boat. Iya, aku tau.. itu namanya Banana Boat!! Pada saat setelah mengelilingi danau itu sekali putaran, mereka lalu dihempaskan keluar dari banana boat mereka oleh pengendara boat yang tidak tau diri itu. Lalu mereka terlempar dengan posisi yang tidak sewajarnya kedalam danau. Kasihan mereka, udah bayar mahal malah diperlakukan tidak senonoh oleh yang empunya boat. Keadilan macam apa ini? Tapi anehnya, saat mengambang di permukaan air danau setelah kejadian penganiayaan tadi, mereka malah tertawa dengan senangnya seakan tidak ada anggota keluarga mereka yang sedang berada dalam kesusahan. Mereka tertawa seakan saat itu adalah hari terakhir untuk tertawa. Mereka tertawa dengan sangat lepas. Mereka tertawa sampai-sampai bagian dalam mulut mereka terlihat dengan sangat jelas dari jarak 10 meter. Dafuq??

“I am NOT gonna ride that boat” kataku dalam hati melihat kejadian nyeleneh tersebut.

Tik tok tik tok.. Senja mulai tua dan matahari bersiap untuk kembali ke peraduannya.

Semenjak sampai di Danau OPI 30 menit yang lalu, aku hanya nongki-nongki keceh disalah satu warung sambil menghabiskan kacang tanah yang dibeli tadi sambil ngobrol tentang perkembangan ekonomi dunia ketiga dan pengaruhnya terhadap rencana global market tahun 2015 yang dicanangkan ASEAN. Bohong banget!! Sebenarnya sih bosen juga, soalnya gak ada apa-apa yang dilihat. Akhirnya pada saat yang empunya Banana Boat membereskan barang mereka dan hampir pulang, aku memutuskan untuk mencoba menaikinya barang sekali. Sekalian mengganggu jadwal mereka.

Hihihi..

Baru 30 menit yang lalu bilang gak mau naik Banana Boat, sekarang udah lupa. Dasar!!

Waktu itu udah sepi. 3 orang yang tadi naik Banana Boat udah pergi entah kemana. Pasangan-pasangan yang tadi ada di dalam perahu bebek juga udah pergi untuk melanjutkan kisah cinta mereka ke tahap selanjutnya.. makan malam maksudnya. Praktis hanya kami berlima ditambah pemilik Banana Boat yang ada di tempat itu. Nego harga terjadi, dan cukup alot <- typically me!! Akhirnya kami sepakat untuk membayar 20rb/orang untuk 3 kali putaran. Nego sukses. Muahahaha

Saat itu kami putuskan bahwa Danau OPI menjadi milik pribadi for the rest of the day!!

Ternyata naik Banana Boat di tengah danau yang sepi itu menyenangkan. Kita bisa berteriak sepuas kita tanpa takut gendang telinga orang pecah karena suara kita. Kita juga bisa bergaya aneh-aneh diatas boat sewaktu boatnya berjalan pelan. Kalau boatnya udah jalan kenceng mah, kita hanya bisa pegangan dengan erat biar jangan jatuh. 

Putaran pertama kami hanya melewatinya dengan biasa aja. Aku yang udah khatam sama wahana paling ekstrem di Dufan ini pun ngerasa Banana Boat itu gak seru. Hanya naik boat berbentuk banana, lalu ditarik-tarik ama speed boat, then selesai. Sampai pada akhirnya pada putaran kedua, tanpa aba-aba si supir boat itu membuat manuver sedemikian rupa sehingga kami terjatuh terguling-guling didalam danau itu.

kejadian penganiayaan level dewa
 Blup blup blup..

Satu liter air dengan sukses masuk kedalam hidung dan mulutku. Hoek!!

Untung pakai pelampung, kalau tidak sudah pasti aku berenang dengan gaya dada, yaitu mengucapkan dada(h) sambil tenggelam secara perlahan-lahan (namun pasti) kedalam danau. Danaunya lumayan dalam dan aku gak bisa berenang. Ditambah lagi, air danau membuat daya ambang tubuh seseorang berkurang, sehingga kita akan sukses tenggelam kalau tidak bisa berenang.

Tapi kemudian, setelah aku muncul kepermukaan dengan gaya megap-megap, aku merasa adrenalinku terpacu. Ternyata ini yang membuat 3 orang tadi tertawa sangat senang setelah dilemparkan secara tidak beradab dari banana boat yang mereka naiki. Walaupun sedikit kesal, aku pun merasa senang, karena Banana Boat itu ternyata FUN!! Well, FUN hanya pada bagian DILEMPARKAN doang, sih.

Putaran ketiga juga sama, kami tetap dilemparkan keluar dari Banana Boat seperti seekor bekicot yang sedang marah dan melemparkan kutu busuk dari badannya. Walaupun aku sudah mengantisipasi kejadian ini dengan berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945 handle yang disediakan, tapi tetap saja aku terjengkang. Tidak mampu bertahan ditengah gempuran manuver yang ditampilkan si supir. Sial.

Manuver selesai. Aku udah mabok kebanyakan minum air danau dan yang punya Banana Boat juga udah pulang kerumah. Terlintas ide untuk segera pulang dan makan pindang patin, tapi karena udah keburu basah, niat untuk pulang diurungkan, dan kami malah berenang gila-gilaan disana. Mumpung sepi.

Air danau itu unexpectedly, jernih. Sedikit berwarna hijau tosca namun agak pekat. Dan berenang (dengan memakai pelampung) ke tengah danau tidak membuatku gamang seperti waktu snorkeling dulu. Berasa berenang di kolam renang gitu deh. Sampai ditengah danau, kami berhenti sejenak dan memutarkan pandangan ke sekelililing tempat itu. Hanya ada kesepian dan lampu-lampu jalanan yang mulai dinyalakan. Kupejamkan mata sambil menikmati air danau itu mengombang-ambingkan tubuhku. Sekejap kemudian, aku mengigil kedinginan. Hehe

Waktunya pulang!!

7 comments:

  1. Replies
    1. Sebenarnya biasa aja sih, tapi dibuat-buat biar keren. Muahahaha

      Delete
    2. Haha... kadang memang perlu lebih, bila perlu sampe meluber :)

      Delete
  2. kok ga ada nyebut2 pengamen yang ga stop2 yah ? udah ga adakah mereka ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang ada pengamen ya? Gue gak nemu tuh :D

      Delete
    2. whooaaa... berarti udah ilang yah...
      dulu itu kan jadi tempat pacaran, biasa pengamen 3 menit sekali dateng + tukang parkir, jadi suasana nya ga asik ;)

      Delete
    3. Mungkin karna gue datangnya udah sore tuh, jadi udah gak ada pengamen lagi.. tapi tetap ada yang pacaran :*

      Delete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...