23 June 2013

Transportasi di Kuala Lumpur



Satu hal yang susah dilakukan di KL adalah tersesat.

Entah kenapa, susah banget untuk bisa tersesat di sana. Aku yang naik sepeda di kompleks rumah aja pernah beberapa kali tersesat, tapi waktu jalan di KL dengan berbagai jenis angkutan malah lancar-lancar aja tuh. Aku bisa jalan-jalan di KL tanpa harus salah tujuan atau sampai di tempat yang tidak diinginkan. Biasanya kan kalau mau pergi ke daerah A, aku selalu berakhir dengan nista di daerah D. Itu juga gak nyadar kalau aku sudah tersesat jauh. Dari situ aku sadar kalau aku payah dalam hal ruang dan navigasi. Makanya kalau bepergian, aku tidak pernah in charge untuk masalah transportasi, temen-temenku udah pada ngerti semua. Hehe

Tapi kemaren waktu di KL, aku nyantai. Walaupun aku belum sempat cari-cari informasi tentang angkutan dari bandara ke pusat kota, aku bisa sampai di Stasiun KL Sentral dengan selamat dan sentosa. Tidak ada acara nyasar. Tidak ada acara salah tujuan. Sampai di KL Sentral dengan selamat. Soalnya di bandara ada layanan bus yang langsung membawa penumpang ke Stasiun KL Sentral, jadi gak mungkin juga nyasar. Di depan bus itu tertulis dengan jelas KL Sentral: 8 RM. Dan ada juga petugas yang membantu penumpang seperti aku supaya tidak salah naik bus. Kalau di Indonesia petugas seperti itu dipanggil calo dan tingkahnya pasti pongah. Kalau disana, kayaknya dipanggil calo juga sih, tapi gak pongah, dan kebanyakan yang jadi petugas itu kalau bukan orang melayu ya orang india. Acha acha meriyaa, tum pagel hotahe~

Sampai di KL, perasaan santai yang aku rasakan tadi berubah menjadi horror. Tempat ini besar sekali. Dan ramai juga. Aku langsung merasa seperti semut di kandang gajah, kecil dan tak berarti. Mau bertanya, gak bisa ngomong bahasa Inggris. Mau naik apa kemana juga aku gak ngerti. Aku hanya bisa berserah kepada Tuhan sambil mengucap “Tolong Baim ya owoh!!

Tapi setelah diperhatikan sebentar, akhirnya aku langsung mengerti tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Yang penting adalah kita tau tujuan kita, karena kalau gak tau, kita pasti bingung harus naik apa dan kemana. Mihihi

suasana di KL Sentral
Di KL Sentral tersedia berbagai moda transportasi dengan tujuan hampir seluruh wilayah di Malaysia, dalam kota dan luar kota. Ada bus, kereta lokomotif, kereta listrik, MRT/LRT dan taksi. Tapi satu hal yang perlu diperhatikan, gak ada angkot. Menurut nganaaa?! 

Shelter bus terdapat di bagian luar gedung KL Sentral. Waktu aku sampai disana, gedung itu kayaknya masih dalam proses renovasi. Namun hal itu tidak mengganggu pelayanan dan jadwal bus yang berangkat. Semua bus terjadwal dengan baik dan berangkat ontime. Walaupun letaknya diluar, namun papan petunjuk arah terpasang dengan jelas sehingga first timer seperti aku bisa menemukan bus ini tanpa kesulitan yang berarti. Aku menggunakan bus dari KL Sentral menuju Genting Highland dan bandara LCCT. Untuk bisa menaiki bus ini, kita harus beli tiket dulu di counter yang disediakan. Beda banget sama yang di Jakarta; kita naik dan nunggu bus sampe penuhnuhuh, baru nanti dimintain ongkosnya. Tingkat efektivitasnya berbeda jauh kan?!

Selanjutnya ada LRT (light rail transit). Aku aku gak ngerti itu jenis kendaraan yang bagaimana. Dia hanya berbentuk kotak, seperti TransJakarta, yang berhenti di setiap stesen yang ditentukan, tergantung jalurnya. Tapi hebatnya, dia bisa bergerak tanpa ada yang nyupirin. Semua yang ada di dalam LRT itu penumpang. No supir, No kenek. Bisa belok kanan atau kiri tanpa benting setir dulu (secara, jalannya diatas rel). Dan yang paling keren, LRT juga bisa tau harus berhenti dimana dan berapa lama. Itu semua seperti mejik(uhibiniu). Kendaraan ini lah yang membuat sistem transportasi yang ada di Malaysia lebih bagus daripada yang ada di Jakarta.

Untuk bisa menggunakan LRT, kita harus beli koin dulu. Koin ini berfungsi sebagai tiket masuk ke dalam stesen disana. Nah, koin ini bisa didapatkan di setiap ticketing machine yang ada di gate stesen, dan ticketing machine yang ada disana itu semuanya self-service. Jadi, jangan harap kau bakal dilayani disini.

penampakan koin tiket
Ticketing machine-nya juga sangat user oriented, maksudnya mudah dipahami oleh pengguna awam. Walaupun sudah menggunakan teknologi touchscreen, tapi tidak membuat orang yang gaptek seperti aku jadi seperti orang bego yang baru kenal sama teknologi. Pasalnya, tampilannya sangat sederhana dan petunjuk yang digunakan sangat menolong. Misalnya, untuk membeli koin (tiket) ke Ampang Park (stesen dekat hotel kami), aku tinggal memilih stesen tujuan melalui peta yang ditampilkan di layar utama mesin itu, kemudian menentukan jumlah koin yang ingin dibeli. Layar akan menunjukkan harga koin yang akan kita beli, biasanya sih harganya 1 RM (Rp 3.000,-) dan paling mahal 2.5 RM (Rp 7.500,-). Kalau kita ingin membeli lebih dari 1 koin, maka mesin itu otomatis akan mengalikan harga koin dengan jumlah yang akan kita beli. Setelah itu, kita harus memasukkan uang pembayaran ke dalam mesin (prinsipnya seperti vending machine). Jangan khawatir, mesinnya bisa ngeluarin kembalian kok. Biasanya receh, satu sen, dua sen, sampai 5 sen. Setelah pembayaran selesai, kita tinggal ambil koin kita di pocket yang disediakan, beserta kembaliannya, kalau ada.

Ngomong-ngomong soal receh. Karena mesin ini mengeluarkan kembalian dengan serampangan, receh yang dikeluarkan didalam pocket tidak terkumpul di satu tempat, atau istilahnya berceceran. Jadi sering aku mampir ke setiap mesin untuk mengecek kemungkinan ada receh yang tertinggal di pocket kembalian, dan sering pula aku ketemu receh yang lupa diambil sama pemiliknya. Hasilnya, sampai hari terakhir aku di Kuala Lumpur, aku bisa mengumpulkan lebih dari 1 RM hanya dari kembalian yang tercecer di mesin (note: 1 RM itu sama dengan 10 sen). Lumayan, bisa beli 1 roti canai hanya dari memungut receh. Mihihi

Setelah itu kita nunggu LRTnya datang deh. Biasanya datang setiap 5-10 menit gitu, dan hanya ada 2 jalur per stesen, jadi gak bakal mungkin bisa salah jalur/tujuan. Disetiap escalator/tangga yang mengarah ke tempat menunggu LRT (hampir semua tempat menunggu LRT ada dibawah tanah atau di atas, semacam flyover), pasti ada papan pengumuman tentang tempat-tempat yang akan disinggahi setiap jalur. 

 Biasanya kan kalau di Jakarta orang-orang nunggu TransJakarta atau kereta sambil sumpe-sumpelan, sampai yang mau turun pun kesusahan, makanya di shelter TransJakarta, bus biasanya berhenti dulu untuk nurunin penumpang, terus maju dikit ke pintu di depannya untuk naikin penumpang. Tapi di Kuala Lumpur, LRT hanya berhenti sekali, dan itu pun hanya sebentar, tapi penumpang bisa turun dan naik dengan leluasa. Tidak ada dorong-dorongan. Tidak ada gontok-gontokan. Penumpang yang akan masuk antri dengan tertib disebelah kanan dan kiri pintu LRT (ada gambarnya di lantai), sehingga penumpang yang akan keluar bisa bergerak bebas ditengah-tengah antrian tadi. Padahal gak ada petugas yang berjaga loh, tapi semua bisa tertib gitu. Kece badai lah. 

Transportasi lain juga begitu. Mereka semua pada taat peraturan. Pernah sekali waktu aku menyebrang jalan di depan Pasar Seni. Jadi waktu itu aku lagi buru-buru, jadi tanpa pikir panjang aku langsung menyebrang ketika hampir tidak ada kendaraan yang lewat di jalan itu. Hanya ada satu taxi yang jaraknya masih sekian puluh meter. Dan kondisi saat itu adalah lampu hijau untuk kendaraan dan lampu merah untuk pejalan kaki. Tapi aku cuek aja, wong sepi gini. Selesai aku menyebrang, supir taxi yang tadi datang menghampiriku dipinggir jalan. Dia marah karena aku menyebrang sewaktu lampu untuk pejalan kaki masih menyala merah. Dia bilang itu berbahaya, walaupun saat itu lagi tidak ada kendaraan yang lewat. Okay, noted! Hal yang biasa di Jakarta, ternyata tidak applicable di sana.

Berkaca pada sistem transportasi yang ada di Jakarta, sistem transportasi yang ada di Kuala Lumpur terbilang jauh lebih maju dan ramah terhadap pengguna. Bukannya aku gak cinta Indonesia atau Jakarta, tapi gak bisa dipungkiri kalau transportasi di Malaysia itu jauh lebih baik daripada transportasi di Indonesia. Ngapain dulu anggota DPR jauh-jauh study banding mengenai sistem transportasi ke benua sebelah kalau ternyata di Malaysia (dan mungkin Singapore) sistem transportasinya juga udah layak dicontoh??

Ini juga sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan beberapa orang: ngapain jauh-jauh traveling ke Luar Negeri kalau yang di dalam negeri belum terjamah semua?

Sering aku mendapati pertanyaan seperti itu dan sering kesal juga akhirnya. Padahal aku baru sekali ke luar negeri, itu juga hanya ke Malaysia, tapi aku langsung mendapat predikat “tidak cinta Indonesia” dari orang lain. Ah, sudahlah.. kok jadi curhat??

Intinya, I learnt a lot from Malaysia and its people, khususnya mengenai moral dalam berkendara dan menggunakan jalan umum.

So, I suggest you to travel overseas and learn something from the country you visited.

18 comments:

  1. hebat, bisa gak nyasar di KL
    kalo gw malah nyasar di stesen Mesjid jamek soalnya itukan stesen interchange. muter2 ampe akhirnya bs keluar juga.

    jgn lupa mampir ke blog gw yaa
    http://travellingaddict.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih interchange mana sama KL Sentral?? Gue (untungnya) gak ke Mesjid Jamek sih #eh

      Sipp.. Meluncur ke TKP.

      Delete
    2. Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI















      Saya ibu hayati ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di HONGKONG jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga dikampun,jadi TKW itu sangat menderita dan disuatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak disengaja saya melihat komentar orang tentan MBAH KABOIRENG dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di HONGKONG,akhirnya saya coba untuk menhubungi MBAH KABOIRENG dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg diberikan MBAH KABOIRENG meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan MBAH KABOIRENG kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik MBAH KABOIRENG sekali lagi makasih yaa MBAH dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja MBAH KABOIRENG DI 085-260-482-111 insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW.. KLIK GHOB 2D 3D 4D 6D DISINI

      Delete
  2. Baca tulisan ini jadi kangen kelayapan ngak jelas di KL. Seru naik MRT nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kelayapan gak jelas karena memang di KL gak ada apa2 untuk dilihat. Dan pengalaman naik MRT disana membuat aku sedih kalau naik angklot atau bus di Indo *sigh*

      Delete
  3. udah rapih banget ya.. moga jakarta bisa kaya gitu deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupp. Sistem transportasi mereka layak diacungi jempol. Mudah2an sih MRT jakarta bakalan lebih bagus dari situ. Hehe

      Delete
  4. Infonya bermanfaat, thanks udah share sob !!


    bisnistiket.co.id

    ReplyDelete
  5. Pembetulan saudara ya... MRT belum wujud lagi di Malaysia..., yang saudara maksudkan itu adalah LRT..., dua line LRT STAR dan LRT PUTRA..., MRT Malaysia in progress... boleh klik disini untuk melihat projek MRT Malaysia.... Klik ini: http://www.mymrt.com.my/my/project-updates... dan Dijangka siap tahun 2016 dan akan digunakan pada tahun 2017 sepenuh untuk jajaran pertama..., Jajaran kedua dan jajaran ketiga dalam proses perbincangan..., dan kalau saudara ada infomasi tentang MRT Jakarta.. boleh saudara postkan linknya disini...??

    ReplyDelete
    Replies
    1. STAR nga PUTRA ?

      Lama dah tukar nama.. Ampang Line dan KLJ Line..

      MRT sebahagiannya insya ALLAh siap hujung tahun ni dan selebihnya tahun depan..

      Projek MRT 2, MRT 3, LRT 3 Insya Allah menyusul.

      Delete
  6. pembetulan.
    1 RM itu sama dengan 100 sen

    katakan harga barang RM5.30 cara nyebutmya "5 ringgit 30 sen"
    di malaysia kite gak sebut "koma" atau "titik".

    welcome to malaysia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ye betul..., banyak accent juga nak sebut harga..., contohnya RM5.30 boleh juga disebut 5 ringgit 3, atau 53 ( lima tiga ), jangan pulak letak lima puluh tiga beza tu..., salam dari Kuala Lumpur

      Delete
  7. Allah suruh kita berjalan melihat dunia Dan mengambil pengajaran Dari APA yang Kita lihat......jadi jgn Lupa dtg kesini lagi.....

    come again to visit our country......

    ReplyDelete
  8. Kapan Indonesia kayak begitu, kayaknya nyaman dan udah futuristik banget deh di KL... pengin deh jalan-jalan backpacker!!!!!!!!!!!!! semoga pertransportasian Indo lebih maju dan keren lagi melebihi Malaysia deh!

    ReplyDelete
  9. Datanglah ke Malaysia. MRT fasa 1 Sungai Buloh Semantan sudah beroperasi sejak Dec 2016.

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...