01 August 2013

[7Wonders] Aku adalah Dusun Sade, tempat Suku Sasak berada…

(Tulisan ini diikutkan dalam "Jelajah 7 Keajaiban Nusantara" Blog Contest yang diselenggarakan oleh VIVA.co.id dan Daihatsu Terios)

source: here

Aku adalah Dusun Sade, tempat Suku Sasak berada…

Sebuah penginggalan masa lalu yang berjuang untuk dapat hidup berdampingan dengan modernitas di Indonesia. 

Entah kenapa, VIVA.co.id dan Daihatsu memasukkan aku kedalam daftar 7 Keajaiban Nusantara yang dimiliki Indonesia, bersama dengan Sawarna, Merapi, Bromo, Plengkung, Dompu dan Komodo. Padahal aku pikir, masih banyak keajaiban-keajaiban yang ada di Indonesia yang lebih wah dibandingkan dengan aku. Contohnya, Gua Jomblang selalu membuatku terperangah dengan sinar sorgawi-nya. Ramang-ramang berdiri megah dengan karst terbesar di Asia Tenggara, membuat siapa saja yang melihatnya menjadi kecil. Suku Baduy Dalam yang tetap bisa mempertahankan tradisi dan keunikannya walaupun dia berada di dekat kota metropolitan, Jakarta. Dibandingkan dengan mereka (dan sederet keajaiban lainnya yang ada di Indonesia), apalah aku ini?

Ah, maaf… aku jadi ngelantur. Tapi, kalau bercerita tentang keajaiban alam dan kebudayaan di Indonesia memang tidak akan ada habisnya. Aku sampai ingat ucapan beberapa wisatawan yang pernah mengunjungiku di Rambitan dulu. Katanya, “kalau pariwisata adalah sebuah agama, maka kuilnya adalah Indonesia.” Kemudian mereka dengan lantang berkata, “Sepetak surga memang ada di Indonesia.”

Intinya,  aku senang karena akhirnya aku mulai dilirik oleh pariwisata Indonesia. Dulu aku pikir kalau aku ini hanyalah sebuah keberadaan yang tidak dipandang dalam dunia pariwisata. Sebuah entitas yang terlanjur ada, kemudian dibiarkan begitu saja. Bagai sebuah pagi yang basi, yang tidak dihiraukan oleh penikmat fajar. Tapi sekarang dengan adanya lomba blog ini, lebih banyak wisatawan yang mengetahui keberadaanku. Terimakasih kepada VIVA.co.id dan Daihatsu, melalui lomba blog yang diadakan, aku tau kalau wisatawan akan datang mengunjungiku.

Lebih banyak yang mengenalku, lebih baik bukan?
Lebih banyak yang mengunjungiku, lebih baik bukan?
Ah, mungkin kau tidak peduli. Tapi bagiku, hal ini sangat penting. Kalau banyak datang datang berkunjung, maka keadaan ekonomi akan membaik. Setidaknya itulah yang aku pikirkan.

Aku adalah Dusun Sade, tempat Suku Sasak berada…

Sebuah arena dimana adat-istiadat yang diturunkan oleh leluhur masih mengambil peran penting dalam sistem masyarakat. 

Aku terletak di Desa Rambitan, sebuah desa yang berada di wilayah Tengah pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lokasiku berada di dekat Bandara Internasional Lombok dan kota Mataram, yang merupakan ibukota NTB. Namun demikian, kalian akan terkejut ketika melihat penampakanku yang jauh dari kesan internasional dan ibukota. Aku hanyalah sebuah dusun reyot yang ketinggalan jaman.

Aku terdiri dari beberapa puluh rumah tradisional yang dibangun secara berbaris, yang beratap alang-alang dan berdinding bambu. Tiap rumah berbentuk seperti lumbung padi dan memiliki komposisi dapur, kamar tidur dan ruang tamu. Walaupun tidak dibangun dari semen dan bata, tapi kami rumah tradisional ini sangat nyaman untuk ditinggali.

Walaupun 85% penghuni Pulau Lombok adalah Suku Sasak, tetapi hanya sedikit yang tinggal di lingkungan tradisional. Satu desa lain yang masih menjaga tradisi dan budayanya adalah Desa Bayan di kaki Gunung Rinjani. Berbeda dengan aku yang sudah memeluk agama Islam, Bayan masih memeluk agama suku, yaitu Wetu Telu (waktu tiga), sebuah praktik unik yang mereka lakukan dalam menjalankan ajaran Islam. Tiga hal penting yang selalu mereka tanamkan adalah menganak, menteluk dan menciuk yang berarti beranak, bertelur dan berbiji. Walaupun Desa Bayan sudah membuka diri dengan kemajuan jaman, tetapi mereka lebih konservatif dibandingkan dengan aku.

Desa Bayan di Senaru, kaki Gunung Rinjani
Aku adalah Dusun Sade, tempat Suku Sasak berada…

Dalam adat Suku Sasak, setiap lelaki akan pergi bertani, mengusahakan tanahnya untuk mencari penghasilan. Sementara, setiap perempuan duduk di pekarangan rumah dan menenun kain ikat untuk dijual. Hal ini sudah menjadi ‘hukum alam’ yang belaku bagi Suku Sasak. Itulah sebabnya semua lelaki pandai bercocok tanam dan semua perempuan pintar menenun.

Pernah suatu kali ada seorang lelaki yang mencoba untuk menenun. Entah apa yang dipikirkannya. Mungkin ladang terlalu keras baginya. Pacul bukan sahabatnya, atau sinar matahari membakar kulitnya. Dia duduk didepan rumah dan mulai menenun kain ikat seperti yang dilakukan perempuan setiap hari. Entah bagaimana prosesnya, akhirnya lelaki itu memiliki sifat seperti perempuan dan bertingkah laku seperti perempuan. Mungkin kebetulan atau mungkin adat memang seharusnya tidak boleh dilanggar.

Aku adalah Dusun Sade, tempat Suku Sasak berada…

Sekali dalam seminggu Suku Sasak akan melumuri lantai rumahnya dengan kotoran kerbau. Bukan untuk ritual keagamaan atau adat-istiadat, tapi semata-mata untuk membersihkan rumah mereka yang memiliki lantai dari tanah. Mereka melakukannya karena kotoran kerbau dapat menghilangkan debu, menguatkan lantai tanah dan mengurangi jumlah nyamuk yang ada di dalam rumah.

Hal ini menarik perhatian wisatawan yang datang berkunjung. Mereka berebut untuk melihat bagaimana kaum perempuan Suku Sasak mengoleskan kotoran kerbau tersebut dengan tangan telanjang mereka (tanpa memakai sarung tangan). Mereka takjub sekaligus jijik, dan tidak percaya. Setelah melihat acara pembersihan rumah itu sekilas, mereka kemudian pergi dengan ekspresi muka terkejut sambil menutup hidung mereka untuk menghalau bau kotoran kerbau tadi. Aneh memang. Mereka datang dengan rasa penasaran yang tinggi, kemudian pergi dengan muka ke-bau-an seperti itu.

Selain karena kotoran kerbau tersebut, wisatawan juga datang untuk membeli kain ikat yang ditenun oleh perempuan Suku Sasak. Sambil memilih kain, wisatawan juga akan dapat melihat mesin tenun tradisional yang dipakai untuk membuat kain ikat dan proses menenun. Tidak jarang juga wisatawan meminta diajarkan cara menenun kain ikat. Mereka begitu antusias untuk mengenal setiap seluk beluk Suku Sasak beserta dengan tradisi yang dimiliki. Mulai dari rumah tradisional sampai tata cara hidup mereka.

Perempuan Suku Sasak sedang menenun kain ikat (source: here)
Memang, hampir disetiap rumah Suku Sasak terpampang alat tenun tradisional yang bisa dilihat oleh wisatawan saat datang berkunjung. Selain itu, mayoritas kaum perempuan Suku Sasak menjual kain ikat yang mereka tenun di dalam atau pekarangan rumah mereka. Hal ini ternyata menarik perhatian wisatawan. Hidup dalam era modernitas dengan gaya kebarat-baratan, wisatawan menganggap aku dan Suku Sasak adalah sebuah oase budaya yang harus dinikmati. Bagi mereka, aku adalah sebuah monumen dan dokumen yang ada yang digunakan oleh wisatawan untuk memperingati kesederhanaan, tradisi dan gaya hidup yang sudah terlupakan karena kemajuan zaman. Bagi mereka aku adalah dunia yang berbeda.

Aku adalah Dusun Sade, tempat Suku Sasak berada…

Suku dengan sejumlah kepercayaan yang dianggap musykil bagi sebagian orang. 

Setiap tanggal 20 bulan kesepuluh dalam penanggalan Suku Sasak, masyarakat dan wisatawan akan berbondong-bondong pergi ke sebuah pantai. Hari masih sangat muda, tetapi orang-orang sudah berkumpul untuk menangkap cacing laut. Mereka percaya bahwa cacing yang mereka tangkap adalah jelmaan dari seorang Putri cantik bernama Mandalika, seseorang yang, karena perseteruan antara pangeran dari kerajaan di Lombok untuk mempersuntingnya, mengakhiri hidupnya di sebuah pantai dan berubah menjadi nyale (cacing) dalam jumlah yang sangat banyak. Dia melakukannya karena ingin menghindari pertikaian diantara kerajaan yang ada.

Acara tersebut kemudian dinamakan Bau Nyale, yang dalam bahasa Indonesia berarti menangkap cacing. Mereka percaya bahwa Nyale yang mereka tangkap dapat membawa keberkahan bagi yang menghargainya.

Acara Paresean (source: here)
Ada juga acara Paresean, kegiatan saling pukul dengan menggunakan rotan yang dilakukan oleh kaum lelaki Suku Sasak sambil menggunakan atribut khas paresean, yaitu kain sarung. Awalnya kegiatan ini dilakukan untuk arena bertarung sungguhan, tapi sekarang hanya dilakukan untuk tujuan hiburan dan acara penyambutan. Dua lelaki turun ke arena yang telah dipersiapkan, gamelan khas Lombok ditabuh, kemudian mereka saling pukul sampai salah seorang mengaku kalah. Selain untuk menunjukkan kejantanan, acara ini juga (kadang) menjadi ajang untuk menunjukkan ilmu siapa yang paling sakti daintara kaum lelaki Suku Sasak.

Aku adalah Dusun Sade, tempat Suku Sasak berada…

Didalamku terdapat sebuah tradisi peninggalan masa lalu.
Didalamku terdapat sebuah ritual yang sakral.
Didalamku terdapat banyak kearifan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Didalamku ada sejarah yang hidup. Mitos, legenda dan kepercayaan yang saling bersentuhan, yang tidak terdapat di tempat lain.

Dulu, setiap hal yang dilakukan Suku Sasak selalu bertumpu pada adat yang berlaku. Tradisi dijunjung tinggi dan diamini sebagai sesuatu yang hakiki. Adat lah yang menentukan baik dan buruk, benar dan dan salah mereka. Adat adalah sesuatu yang sakral.

Tapi kini, adat hanya dianggap sebagai barang antik, yang dilestarikan, dan tidak jarang di pajang sebagai maskot. Barang yang kalau diperlukan, akan diambil kemudian dipoles sedikit supaya sesuai dengan keinginan penggunanya.

Adat Suku Sasak pun begitu. Dulu, kalau seorang pemuda Sasak hendak menikahi kekasih pujaan hatinya, maka dia harus mengatur strategi (beserta dengan beberapa temannya) untuk ‘menculik’ gadis itu dari rumahnya. Walaupun riskan dan berbahaya, tetapi proses penculikan ini adalah kebanggaan bagi kedua pihak dalam Suku Sasak. Sebab menurut mereka, putri mereka bukanlah ayam yang dapat diminta sesukanya. Makanya, si lelaki harus berusaha untuk membawa perempuan yang akan dinikahinya ke rumahnya untuk kemudian dinikahi.

Penculikan ini dilakukan sebagai "ritual" melanggengkan tradisi. "Itu sudah tradisi turun temurun masyarakat kami di Pulau Lombok. Entah sejak kapan, nenek moyang yang mewariskan," kata Suyanto (50), pelaku penculikan seperti yang paparkan di Republika.

Tapi sekarang, hampir tidak ada yang melakukan tradisi seperti ini. Entah karena tidak sesuai dengan zaman sekarang atau karena memang sudah lupa.  Tidak ada penculikan, hanya tanda tangan di depan saksi di KUA.
  
Aku adalah Dusun Sade, tempat Suku Sasak berada…

Aku sudah renta. Kehilangan banyak hal penting dalam hidupku. Tradisi yang dulu sangat melekat pada semua Suku Sasak, kini mulai sudah memudar, hilang bersama bersama laju masa yang tak terbendung. Dan aku takut kalau semua yang aku miliki dulu… semua yang aku banggakan dulu… harus hilang dan tidak berbekas.

Aku takut kalau tradisi Suku Sasak hilang ditelan kemajuan zaman dan hanya sedikit wisatawan yang pernah datang ke Rembitan yang bisa menjadi saksi akan keberadaanku..

Mari, datanglah padaku. Dan kita akan lestarikan tradisi dan kebudayaan Suku Sasak bersama dengan VIVA.co.id dan Daihatsu. Cek infonya di @Viva_log dan @DaihatsuInd atau klik banner dibawah ini untuk ikut lombanya...

13 comments:

  1. Salam

    Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

    Tentang Indahnya INDONESIA

    http://www.jelajah-nesia.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Postingan ente juga keren. Semoga menang ya :)

      Delete
  3. iya tuh! pernah liat di trans7 pas acara jejak petualang,lantainya malah dipoles pake eek kebo tapi abis dipoles dan kering kelihatan lantainya kayak di semen gitu warnanya.herannya bersih sama rapih .___.

    bahasa traveler keren ye! nice post bang!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Unik ya, taik kebo bisa bikin lantai jadi kinclong. So Kl*n lantai mah kalah. Hehe

      Delete
  4. Semoga dengan postingan sekeren ini semakin banyak orang yang ikut menjaga tempat itu agar tidak tergerus jaman yang semakin edan ini..
    Semoga menang juga mas...
    Hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan karena postingannya sih, tapi semoga tr4adisi yang ada di Indonesia ini(yang sangat kaya akan budaya), dapat dilestarikan :)

      Delete
  5. keren reviewnya cukup bermanfaat nih buat para traveler indonesia yang ingin lebih mengenal banyaknya keindahan alam di negeri kita ini. Permisi saya juga mau share info tujuan wisata lainnya nih , di mohon komentarnya yang membangun. http://resturamadhandream.blogspot.com/2013/08/7-wonders-plengkung-alas-purwo.html

    ReplyDelete
  6. Gaya bahasanya keren mas,,, keren reviewnyaa..
    Aaaaaaaaaaaa jadi pengen travelling....

    ReplyDelete
  7. Hi, mohon ijin berbagi informasi ya… Yuk ikutan #ZockoUnlocked Blogging Competition berhadiah iPhone 5S atau iPad Mini! Untuk info lengkap silakan kunjungi http://weare.zocko.com ya dan jangan lupa sign up di http://www.zocko.com terlebih dahulu! Kami tunggu ☺

    ReplyDelete
  8. Artikel yang sangat menarik :D
    http://clayton88.blogspot.com | http://kagumiterus.blogspot.com/ | http://informasiberitatop.blogspot.com | http://bit.ly/1QTpF4S | http://goo.gl/eQV9d3 | http://bit.ly/1sUU8dl | http://goo.gl/CI4bLf | http://bit.ly/1IAMpsv | http://goo.gl/lNMX3D | http://bit.ly/1NM7v7j | http://bit.ly/1VxDjyt | http://bit.ly/1IAMpsv | http://bit.ly/1QTpF4S | http://goo.gl/cAQcMp | http://goo.gl/97Yn1s | http://goo.gl/tw2ZtP | http://bit.ly/1VxDjyt | http://goo.gl/RkuB4G | http://goo.gl/8rM20b | http://goo.gl/5dAkJO | http://bit.ly/1IAMpsv | http://bit.ly/1IAMpsv

    ReplyDelete
  9. Artikel yang sangat menarik :D

    http://clayton88.blogspot.com | http://kagumiterus.blogspot.com/ |
    http://informasiberitatop.blogspot.com | http://www.layardewasa.top | http://http://pkcinema.com | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1sUU8dl | http://bit.ly/1ZIdBJv | http://bit.ly/1YjeNnK | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1UobCKp | http://bit.ly/1S0ZSYr | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1UL7Ia5 | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1YjeNnK |

    ReplyDelete
  10. Artikel yang sangat menarik :D

    http://clayton88.blogspot.com | http://kagumiterus.blogspot.com/ | http://pkcinema.com/
    http://informasiberitatop.blogspot.com | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1sUU8dl | http://bit.ly/1ZIdBJv http://bit.ly/1YjeNnK | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1UobCKp | http://bit.ly/1S0ZSYr | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1UL7Ia5 | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1YjeNnK

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...