06 December 2013

Jembatan Ampera, Bukti Kegagahan Kota Palembang



Malam itu, sekitar pukul 7 kami tiba di Jembatan Ampera. Setelah memarkir motor di depan Benteng Kuto Besak yang ada di sebelah kiri Jembatan Ampera (kalau datang dari arah Jakabaring), kami berjalan mendekat kearah jembatan. 

Jembatan Ampera adalah jembatan yang menghubungkan bagian hulu dan ilir kota Palembang yang diupisahkan oleh Sungai Musi. Jembatan yang dibangun dari tahun 1962 itu merupakan ikon kota Palembang. Setelah diresmikan tahun 1965 oleh Presiden Soekarno, Jembatan Ampera memiliki nama awal Jembatan Bung Karno, namun pada tahun 1966, karena adanya pergolakan politik dari kelompok anti-Soekarno, nama jembatan itu diubah menjadi Jembatan Ampera, yang berarti Amanat Penderitaan Rakyat.

Pada awalnya juga, bagian tengah Jembatan Ampera dapat diangkat. Tujuannya adalah agar kapal besar yang mengarungi Sungai Musi dapat melewati jembatan ini tanpa harus memiliki masalah pada tinggi kapal. Namun kemudian, karena Jembatan Ampera merupakan arus lalu lintas yang vital bagi kota Palembang, pengangkatan bagian tengah Jembatan Ampera diberhentikan pada tahun 1970 karena mengganggu arus lalu lintas diatasnya. Dan dua bandul yang digunakan untuk menaik-turunkan jembatan ini pun sudah resmi diturunkan pada tahun 1990 untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Kesan pertama yang aku dapat dengan melihat Jembatan Ampera di malam hari adalah ‘glamor’. Bagaimana tidak? Barisan warna-warni lampu yang menyala yang ditempelkan disepanjang badan jembatan itu sungguh indah dan menarik perhatian. Dan cantik. Aku belum pernah melihat yang seperti itu sebelumnya.

Sungai Musi yang mengalir dibawahnya bermandikan cahaya lampu berwarna keemasan. Bayangan Jembatan Ampera pun terlukis samar di permukaan air. Masih berwarna keemasan. Pemandangan yang Indah. Sungguh indah. Bahkan terlalu indah bagiku.

Aku duduk di pagar pembatas yang disediakan di bibir Sungai Musi di samping Jembatan Ampera sambil tak henti-hentinya memandangi suguhan Jembatan Ampera dan dua menaranya yang megah. Kendaraan yang lalu lalang jembatan itu masih ramai. Lampu berwarna kuning dan merah menambah semarak kilauan lampu yang dipajang di jembatan itu. Cahaya itu berpendar indah menerangi malam yang gelap.

Lama aku duduk disitu. Dan tanpa aku sadari, aku sudah jatuh cinta pada Jembatan Ampera.

Cinta pada pandangan pertama.

Eh, pandangan kesekian… kalau kau hitung dengan pandangan ketika aku melewatinya pagi tadi.

Cuaca masih saja panas walaupun hari sudah malam. Tepat di bawah Jembatan Ampera terlihat banyak perahu nelayan yang difungsikan untuk mengantar penumpang ke berbagai tujuan atau sekedar mencari ikan di sekitar Sungai Musi. Naik keatas sedikit, terlihat warung-warung tenda kuning yang berjualan makanan yang berderet membentuk sebuah gang kecil yang dikhususkan untuk makan. Bahkan di sisi sebelahnya, ada restoran yang cukup terkenal dengan masakan seafood-nya. Padahal jelas sekali kalau Sungai Musi tidak memberikan bahan yang memadai untuk masakan seafood. Tapi tetap saja, banyak orang yang datang makan disana sambil menikmati pemandangan Jembatan Ampera bermandikan cahaya lampu di malam hari.

Ada lokasi yang dikhususkan untuk pengunjung yang ingin memandangi Jembatan Ampera. Sebuah area kosong berlantai semen selebar lapangan futsal. Pada sisi yang mendekati Sungai Musi area itu dipasang pagar besi sebagai pembatas untuk menghindari pengunjung yang ceroboh terjatuh kedalam Sungai Musi.

Pada malam hari, biasanya lokasi ini selalu ramai. Pada malam ini juga. Terlihat banyak pasangan muda mudi memenuhi tiap sudut area itu. Beberapa ada yang bergerombolan, tapi banyak juga yang duduk berduaan di atas pembatas itu, saling memeluk satu sama lain sambil melihat kearah Jembatan Ampera.

Ada juga keluarga yang membawa serta anak-anaknya menikmati malam disana. Saat orang tuanya sibuk bernostalgia, anak-anak mereka terlihat sibuk berlarian disekitar tempat itu. Semua menunjukkan sukacita, dan semua bahagia.

Begitupun dengan aku, pendatang yang terlalu mudah bahagia.

Percayalah, walaupun pemandangan yang kulihat tidak semegah seperti yang ada di foto, ditambah banyak yang berisik ketika aku berada disana dan pemandangan orang pacaran yang bikin sakit mata, tapi keindahan dan kegagahan Jembatan Ampera masih terasa sampai sekarang aku menulis post ini.

Bagian kosong pada area itu dimanfaatkan oleh pedagang mainan dan pernak-pernik untuk mencari nafkah. Mereka memenuhi hampir seluruh wilayah disana dengan dagangan mereka. Yang menjadi sasaran mereka adalah anak-anak yang berlarian tadi. Kadang ada juga pengunjung yang berasal dari daerah lain yang membeli dagangan mereka. Tapi lebih sering anak-anak tadi.

 Tiba-tiba telepon genggamku bergetar, menandakan ada SMS masuk. Ternyata dari kakakku yang tinggal di Tangerang.

“Gimana Palembang?” demikian isi SMS nya.

“In short, Palembang is a romantic city. Kakak harus bulan madu kesini! Hehe..” balasku mempromosikan Palembang dan memprovokasikan dia untuk berkunjung ke  Kota Romantis versiku ini.

Aku lalu menjelaskan kepada kakakku melalui SMS tentang bagaimana Jembatan Ampera dihujani oleh kerlap lampu warna-warni. Tentang bagaimana badan dan cahaya Jembatan Ampera dipantulkan air Sungai Musi yang mengalir deras. Tentang pasangan yang sedang menghabisakan waktu romantis berdua di pinggir Sungai Musi sambil menikmati suguhan Jembatan Ampera atau sekedar makan dari warung yang ada disana.

Dan tentang bagaimana aku menghabiskan waktu mengagumi semua itu.

Dan sepertinya dia percaya. Karena memang begitulah adanya.

Karena hari sudah malam, dan kami belum makan malam, akhirnya kami beranjak dari tempat itu. Tapi aku berjanji dalam hati untuk mengunjungi tempat itu lagi di lain kesempatan.

Malam itu kami tutup dengan menikmati surabi rasa durian di Warung Enhai di Palembang. Setelah tadi pagi aku merasakan Mie Pansit ala Siantar, sekarang aku harus merasakan Surabi Enhai ala Bandung.

Benar-benar tidak kontekstual!

*Picture taken from here!

14 comments:

  1. aaaakkkkkkk... jalan-jalan lagi?? pengen banget ke palembang.. keren banget jembatannya mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Coba deh ke Jembatan Ampera waktu malam. Cahayanya keren banget :)

      Delete
  2. Haduhh jadi pengen kesana ,,, ahhh mudah2an 2014 bisa kesana :) ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin.. Study hard.. work hard.. TRAVEL HARDER!!

      Delete
  3. Terimakasih karna menampilkan jembatan Ampera dan Sungai Musi versi cantik, dan terimakasih juga sudah ngebuat gambaran yang indah tentang Palembang... walopun kebenarannya cuma sekian persen ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jembatan Ampera dan Sungai Musi memang cantik kok kalau malam hari, soalnya warna merah kusam jembatannya tertutup dengan gemerlap lampu2 di jembatan dan sungai yang kotor dan butek juga terhalang oleh gelapnya malam. Makanya menurutku, waktu yang tepat mengunjungi Jembatan Ampera adalah MALAM HARI .. hehe

      Delete
  4. wow jadi pengen jalan-jalan kesana

    ReplyDelete
  5. Jadi ternyata bang Arga ini traveler-blog. Duaah kenapa kita baru dipertemukan sekarang di dunia ini bang. *lebay*. Hahaha salam kenal ya.

    ReplyDelete
  6. Wiiihh.. Emang jembatan ampera terkenal keren. Katanya kalo malem suka rame dipake nongkrong gitu ya?

    ReplyDelete
  7. indonesia memang banyak bangunan yg indah dan menarik, jadi lestarika kekayaan yg di miliki indonesia yang ada disetiap daerah.

    ReplyDelete
  8. Artikelnya sangat bermanfaat gan..
    trimakasih.. sukses selalu...

    ReplyDelete
  9. Artikel yang sangat menarik :D
    http://clayton88.blogspot.com | http://kagumiterus.blogspot.com/ | http://informasiberitatop.blogspot.com | http://bit.ly/1QTpF4S | http://goo.gl/eQV9d3 | http://bit.ly/1sUU8dl | http://goo.gl/CI4bLf | http://bit.ly/1IAMpsv | http://goo.gl/lNMX3D | http://bit.ly/1NM7v7j | http://bit.ly/1VxDjyt | http://bit.ly/1IAMpsv | http://bit.ly/1QTpF4S | http://goo.gl/cAQcMp | http://goo.gl/97Yn1s | http://goo.gl/tw2ZtP | http://bit.ly/1VxDjyt | http://goo.gl/RkuB4G | http://goo.gl/8rM20b | http://goo.gl/5dAkJO | http://bit.ly/1IAMpsv | http://bit.ly/1IAMpsv

    Berita Menarik
    Prediksi Bola
    Kumpulan Berita Menarik
    Kumpulan Berita Campuran
    Bandar Bola
    Agen Bola
    Agen Casino
    Agen Bola Terpercaya
    Main Dominoqq
    Agen Poker
    Bandar Ceme
    Agen Capsa
    Agen Poker Terpercaya

    Terimakasih admin..
    salam kenal ^_^

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...